Jawab Keluhan Nelayan, Pemkab Surati PSDKP Batam Minta Kapal Patroli Stand by di Anambas

702

Wartakepri.co.id, Anambas – Menindaklanjuti tuntutan Nelayan Anambas pada aksi unjuk rasa pada tanggal 3 september 2020, terkait dengan pengawasan di laut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada tanggal 4 langsung nyurati pangkalan PSDKP Batam untuk mengirimkan 2 kapal Hiu 003 dan Hiu 004 dengan disertakan tenaga penyidik untuk stanbay di Anambas.

Patroli bersama dengan Kapal Pengawas Hiu 003 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Untuk menindak lanjuti Laporan dan Demo Nelayan KKA terkait maraknya Pelanggaran Jalur di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Anambas

Pada Hari ini Jumat tanggal 18 September 2020 telah dilaksanakan Patroli bersama oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 003 bersama perwakilan Lanal Tarempa, Satpolair Polres KKA, Satwas PSDKP Anambas, UPT Pengawasan DKP Prov Kepri, Dinas DP3 KKA dan HNSI serta perwakilan Nelayan KKA di perairan laut Natuna Utara (Anambas)

Ikut hadir dalam kegiatan Patroli bersama antaranya adalah Muhamad Syamsu Rokhman, Kasi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pangkalan PSDKP Batam, Ardiansyah Nahkoda Kapal Hiu 003 beserta 11 ABK, Perwakilan Lanal Tarempa Serda D Alriyandi S, Bripda Rio Karma perwakilan Satpolair Polres Anambas, Tri Setiawan Perwakilan Ka TU UPT. PSDKP Prov Kepri di Anambas, Widodo, S.kel Kasatwas PSDKP Anambas, Andi Supandi, S.Ap, Mukhlis, Perwakilan Dinas DP3 KKA, Dedi Syahputra, S.IP Seketaris HNSI Anambas, Tarman, Supardi, Wan Johan, Sis, Aripin dan Perwakilan Nelayan KKA di beberapa titik lokasi perairan Anambas.

PKP HIMALAYA

Sekitar Pukul 19.50 wib Kapal berangkat dari Pelabuhan Pemda KKA menuju ke lokasi yang diduga sering terjadi pelanggaran Jalur, dan pada Pukul 23.05 wib Kapal Pengawas Hiu 003 memeriksa kapal ikan yang sedang beroperasi dilaut, antaranya adalah Km. Pulau Sambu II, Nama Nahkoda Surya Darma, Alat Tangkap Purse seine, Tonase Kapal 99 GT, Asal Kapal Batam, No Siup 02.05.02.0035.5198, Jumlah ABK 33 berkewarganegaraan Indonesia (WNI), Posisi saat dilakukan pemeriksaan berada pada 03°18’227 N 105°48`187 E, dengan jarak dari Pulau terdekat 16 Mil.

Kemudian usai pemeriksaan Kapal Pengawas Hiu 003 kembali memeriksa terhadap KM. Palembang indah V, dengan Nama Nahkoda Bintara Sihombing, dengan Alat Tangkap Purse sein, Tonase Kapal 99 GT, Asal Kapal Batam, No SIPI 26.20.0001.01.48232, Jumlah ABK 23 orang, Posisi saat dilakukan pemeriksaan pada 03° 23` 209 N 105° 45` 99 E, dengan jarak terdekat dari pulau sekitar 16 Mil, dalam pemeriksaan ini kapal yang beroperasi sudah sesuai dengan jalurnya dan dokumen kapal dinyatakan lengkap.

Capt Ardiansyah Pamuji Nahkoda Kapal Pengawas Hiu 003 dalam penyampaianya mengatakan bahwa kapal – kapal ikan yang beroperasi di wilayah perairan Anambas untuk beroperasi harus sesuai dengan jalurnya atau sesuai dengan Surat Izin Penangkapan ikan/SIPI bila ditemukan melanggar maka akan di proses sesuai aturan yang berlaku.pesannya.

Dalam Patroli bersama Tim gabungan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19 dan mengutamakan keselamatan bersama dikapal, dan ditekankan kepada kapal – kapal ikan yang beroperasi di wilayah anambas agar tidak terjadi lagi laporan dari masyarakat Nelayan tentang pelanggaran jalur tangkap.tuturnya.

Effi Sjuhairi Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Anambas saat di konfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli bersama instansi dan Nelayan demi menjaga kondusifitas di laut, dan menjaga alur atau jalur tangkap yang kerap dilaporkan oleh para nelayan kita, semoga dengan Stanbay nya Kapal Hiu 003 dan Hiu 004 di Anambas laut kita aman dan Nelayan kita bisa melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah sesuai dengan harapan masyarakat nelayan, ucapnya.

“Itu surat pemda, kita minta bantuan agar kapal pengawas stanbay melakukan pengawasan di perairan anambas, sesuai laporan masyarakat yang disampaikan pada unjuk rasa bahwa marak nya KIA, cantrang dan pukat yang menurut nelayan telah melanggar zona tangkap dan mengganggu wilayah tangkapan nelayan lokal yang notebanenya Nelayan tradisional dengan alat tangkap pancing ulur, Alhamdulillah surat kita langsung di tanggapi dan langsung melakukan aksi,” tutupnya.

Sementara itu Syamsu Perwakilan PSDKP Batam mengatakan bahwa dalam pantauan di radar dan visual saat patroli terlihat beberapa kapal purseine terdeteksi sudah melakukan penangkapan sesuai ketentuan perundang undangan diatas 12 mill laut dari pulau terdekat, walaupun demikian tetap harus selalu dilakukan pengawasan secara terkoordinasi dan berkala antar apararat hukum di laut PSDKP, TNI AL , Polair dan Pemda proaktif membantu kendala kendala di lapangan.ucapnya kepada Wartakepri.co.id.(Rama).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel