Gagal Lego Jangkar, Herman Tewas Terbawa Gelombang Saat Cuaca Buruk di Buru Karimun

393
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Herman (40), seorang nelayan warga RT. 02, RW. 06, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, ditemukan tewas, Kamis (8/10/2020), pukul 18.00 WIB.

Jasad Herman ditemukan warga bersama tim dari Satpolairud Polres Karimun, tim SAR, dan Koramil diperairan pantai Indah Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.

“Iya benar telah terjadi laka laut di wilayah perairan Karimun, mengakibatkan meninggalnya satu orang nelayan akibat cuaca buruk,” terang Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir.

Menurut Binsar, pada waktu kejadian berlangsung, cuaca di wilayah Karimun dan sekitarnya dalam kondisi hujan lebat dan gelombang tinggi, disertai angin kencang.

“Dugaaan sementara korban tenggelam karena mengejar kapal pompong yang hanyut ke tengah laut terbawa arus gelombang dan kencangnya angin,” tandasnya.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Dirinya juga menyatakan, kronologi kejadian pada Kamis tanggal 8 Oktober 2020, pukul 14.00 WIB, korban bersama rekannya Samsir berada di perairan Tembelas sedang menarik kumbang.

“Dan setelah selesai, korban kembali ke Pangke, lalu setibanya dibibir pantai Desa Pangke, Samsir langsung turun kedarat melalui pantai, sedangkan korban masih di atas kapal pompong, selanjutnya membawa pompong tersebut ke tengah laut yang berjarak 100 meter dari bibir pantai untuk melego jangkar,” terang Binsar.

Selanjutnya, kata Binsar pukul 17.00 WIB, Samsir menghubungi rekannya Herman melalui handphone, untuk menanyakan keberadaan, situasi serta kondisi.

“Karena tidak ada jawaban, dan belum ke darat juga, akhirnya Samsir lekas menuju kelaut dan naik keatas kapal pompong untuk memastikan keberadaan korban, dan setelah dilakukan pencarian korban sudah tidak berada diatas kapal pompong lagi,” tandasnya.

Lalu, kata Binsar Samsir mencari dan meminta pertolongan warga dengan melibatkan tim dari Satpolairud Polres Karimun, SAR serta Koramil.

“Pukul 18.00 WIB, korban ditemukan tergeletak dibibir pantai Pangke dalam keadaan sudah meninggal dunia, dan selanjutnya korban di bawa menuju RSUD HM. Sani guna dilakukan Visum Et Revertum,” pungkasnya.

Ungkap Binsar, dari hasil Visum Et Revertum, Dr. Aisyah Sp.FM, dokter Forensik RSUD HM. Sani, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan pada bagian mulut korban mengeluarkan buih dan diduga korban banyak menelan air laut.

“Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga, melalui berita acara serah terima,” tutup Binsar.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN