Tidak Bisa Memilih, Pegawai Kejaksaan Tarempa Kecewa Kepada KPU, Ini Jawaban KPU Anambas

965
Pasien Positif Covid di Anambas Memilih di Pilkada

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Tn. AMI yang mana pada panggal 28 November dinyatakan terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim satgas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas, hal ini juga disampaikan oleh Tim Satgas dalam rilis pada 28 November 2020 beberapa pekan lalu.

Kondisi tersebut tak pelak mengharuskan dirinya untuk melakukan isolasi mandiri selama kurang lebih 14 hari di rumah. Dalam kurun waktu tersebut dapat dipastikan bahwa Tn. AMI tak mungkin dapat memilih dengan datang ke TPS langsung karena masih dalam masa isolasi.

Karena tak ingin kehilangan hak pilihnya, pada tanggal 30 November 2020 Tn. MI menghubungi salah satu komisioner KPU Anambas yaitu bapak Novelino melalui pesan WhatsApp untuk menanyakan apakah saya masih dapat memilih dalam kondisi isolasi covid-19? Beliau membalas bahwa saya tetap dapat memilih. Beliau kemudian meminta data pribadi saya untuk dibantu dalam proses pindah memilih karena KTP saya beralamat Batam. Setelah saya kirimkan beliaupun menerima dan memastikan bahwa saya akan dapat memilih khususnya memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada pencoblosan tanggal 9 Desember.

Namun pada saat hari H saya tak kunjung dihubungi dan diberikan infomasi mengenai bagaimana proses penyaluran hak suara yang akan saya berikan padahal ketua KPU dalam suatu kesempatan telah mengatakan bahwa setiap orang sepanjang terdaftar sebagi pemilih berhak menyalurkan hak suara termasuk yang sedang isolasi atau dirawat karena Covid-19. Lantas saya coba menghubungi Pak Novelino selaku komisioner yang membantu saya untuk menyalurkan hak suara namun tidak direspon sampai dengan akhirnya TPS tutup dan saya kehilangan hak suara saya.

“Form A5 pindah memilih saya saja baru dikasih sama Pak Novel pada pukul 14.00 siang, Gimana mau bisa milih coba, PPK dan KPPS juga tidak mendatangi saya, Tidak menghubungi, Saya ditelantarkan”.ucap Tn. AMI kepada Wartakepri.co.id.

Atas dasar hal tersebut saya menyatakan sangat KECEWA dengan kinerja KPU Kepulauan Anambas yang tidak memfasilitasi pasien penderita Covid-19 untuk melakukan pemilihan. Saya mempertanyakan apa fungsi KPU melakukan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bisa dibilang Baju Asmad dan lain lain yang tidak digunakan, yang mana tujuannya agar petugas TPS untuk mendatangi para pasien penderita Covid-19 yang memiliki hak pilihnya sehingga mereka dapat menyalurkan hak pilihnya. Hal ini akan saya sampaikan juga secara berjenjang ke Dewan Pengawas agar mengevalusasi kinerja KPU Kepulauan Anambas dan memberikan teguran atau sanksi atas hilangnya hak pilih yang seharusnya mereka fasilitasi.ucap Abdullah Muhammad Iksan yang bekerja di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Ranai di Tarempa

Mendengar hal itu Wartakepri.co.id mengkonfirmasi Komisioner KPU Anambas Novelino Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Anambas ia mengatakan bahwa berdasarkan PKPU RI nomor 6 tahun 2010 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak lanjutan dalam kondisi non alam Covid-19 tertuang dalam Pasal 73 yang berbunyi, Bagi Pemilih yang sedang menjalani Isolasi Mandiri karena Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan dipastikan tidak dapat mendatangi TPS untuk memberikan hak pilihnya, KPPS dapat melayani hak pilihnya dengan cara mendatangi Pemilih tersebut dengan persetujuan Saksi dan Panwaslu Kelurahan/Desa atau Pengawas TPS, dengan mengutamakan kerahasiaan Pemilih, kemudian Pelayanan hak pilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan oleh 2 (dua) orang anggota KPPS bersama dengan Panwaslu Kelurahan/Desa atau Pengawas TPS dan Saksi.

Dalam memberikan pelayanan kepada Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), anggota KPPS tetap mengutamakan pelayanan Pemilih di TPS, Pelayanan penggunaan hak pilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan mulai pukul 12.00 waktu setempat sampai dengan selesai.

Lanjut Novelino menyampaikan bahwa KPU Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sesuai dengan tingkatannya mengenai protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dapat dilakukan dengan pertemuan terbatas melalui penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) atau Media Daring.

Sementara itu Liber Simare Mare Komisioner Bawaslu Anambas Divisi Pengawasan saat di konfirmasi terkait ada sejumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 tidak memilih ia mengatakan bahwa Bawaslu Anambas hingga ke Jajaran paling bawah, sangat siap untuk melakukan pengawasan sekalipun terhadap pemilih yang Terkonfirmasi Positif Covid-19, hal itu ia sampaikan bahwa setiap TPS yang dekat dengan lokasi karantina pasien Covid-19 kami sediakan 1 Baju Asmad atau APD lengkap untuk melakukan pengawasan, ini bukti nyata kami siap di Medan apapun khusu pengawasan. Ucapnya.

“Kita bisa lihat seperti di Jemaja TPS Kelurahan Letung yang juga ada beberapa pasien Positif Covid-19 bisa mencoblos” ucapnya.(Rama).

Honda Capella

FANINDO