Alat GeNose C19 Tiba di Pelabuhan Domestik TBK, Alternatif Bagi Para Penumpang

15
Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Gamal Sembiring, memperagakan penggunaan alat GaNose C19, dengan hasil negatif, dipelabuhan domestik Tanjubalai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (8/5/2021). (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pemerintah daerah Kabupaten Karimun mulai memberlakukan penggunaan alat tes COVID-19, yakni Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19 di pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.

Dengan begitu, GeNose C19 menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat Kabupaten Karimun, yang hendak bepergian dengan menggunakan transportasi laut.

Adapun, pemberlakuan alat tes
Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19 tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Dan diikuti, SE Dirjen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi dalam Masa Pandemi COVID-19.

Dalam aturan tersebut, penumpang bisa menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dengan GeNose C19 selama 1×24 jam.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Gamal Sembiring mengatakan, terhitung mulai hari Sabtu (8/5/2021), pelabuhan domestik mulai memberlakukan penggunaan alat tes COVID-19, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19.

“Agar dapat melayani masyarakat Kabupaten Karimun keluar masuk melalui pelabuhan,” kata Gamal.

Dirinya berharap, agar masyarakat mendapatkan informasi lebih dalam lagi terkait penggunaan alat tes COVID-19, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19.

“Jadi salah satu persyaratan juga untuk dapat menaiki kapal dari pelabuhan domestik Tanjubalai Karimun harus GeNose C19, karena ada aturan-aturan yang harus dipenuhi dan menjadi acuan bagi masyarakat,” paparnya.

Gamal menambahkan, untuk sementara waktu dengan adanya dua alat tes COVID-19, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19 ini, pihaknya berharap agar dapat terpenuhi kepada seluruh penumpang kapal.

“Karena kalau dilihat jumlah penumpang akhir-akhir ini kan terjadi penurunan drastis. Dan penggunaan alat tes COVID-19, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19 ini beroperasi dipelabuhan sejak pukul 07.00 hingga kapal terakhir, pukul 17.00 WIB,” ungkap Gamal.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, dokter koordinator Kimia Farma Kepulauan Riau, dr. Imelda Sembiring menjelaskan bahwa, untuk penggunaan alat tes COVID-19, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19, pertama minimal 30 menit tidak boleh makan ataupun minum dan juga merokok.

“Jadi diusahakan datang kepelabuhanan satu setengah jam sebelum keberangkatan,” kata Imelda.

Untuk proses penggunaan GeNose C19 sendiri, ungkap Imelda menunggu hasilnya selama tiga menit, kemudian barang habis pakainya tersebut dirusak dengan cara digunting.

“Agar tidak dapat digunakan kembali,” paparnya.

Dirinya menyatakan, pelabuhan domestik Tanjubalai Karimun sendiri merupakan tempat ke 4, setelah ASDP Punggur, Sri Bintan Tanjungpinang, dan di pelabuhan Tanjung Uban. Dan untuk di pelabuhan-pelabuhan lainnya seperti pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK), dan pelabuhan lainnya masih menunggu dari pemerintah setempat.

“Dari Kimia Farma Kepulauan Riau sendiri telah siap untuk menyediakan alat Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19, tinggal menunggu arahan dari pemerintah Kabupaten Karimun,” tandasnya.

Disinggung untuk akurasi GeNose C19, kata Imelda alat ini screening (penyaring). Jadi seandainya ada yang positif terpapar COVID-19, akan diulang kembali.

“Dan apabila tetap positif, maka calon penumpang tidak bisa berangkat kita akan anjurkan untuk melakukan Rapid Antigen maupun PCR,” ujarnya.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM