Tes GeNose Tidak Ada di Pelabuhan Bulang Linggi Tj Uban, Dampaknya Penumpang Menumpuk

295
Tes GeNose pelabuhan ASDP Tanjung Uban
Penampakan Antre Genose Calon Penumpang ke Batam di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Surat edaran dari Gubernur Kepri 453/SET-STC19/IV/ 2021 terkait pemberlakuan GeNose di Pelabuhan keberangkatan se Kepri, belum maksimal terlaksana di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjung Uban Bintan. Pantauan pada Jumat siang (21/5/2021) di pelabuhan, penumpang yang akan menyeberang dari Tanjung Uban ke Batam harus tes GeNose ke Pelabuhan ASDP.

Pelaksanaan pengujian GeNose hanya terpantau di Pelabuhan ASDP Kapal Ro-Ro (roll on – roll off) di Tanjung Uban. Sementara di pelabuhan speedboat (Pelabuhan Bulang Linggi) belum dapat menyediakan pelayanan uji Genose.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Pemuda Tanjung Uban Miswanto, mengatakan agar pemerintah serius dalam menangani penularan Virus Covid-19 saat ini sudah meningkat penularannya.

BACA JUGA Pihak ASDP Tanjung Uban Tambah Jadwal Kapal RoRo untuk Kepulangan Pasukan TNI Polri dan Pemudik Lebaran

Miswanto juga menyayangkan penangganan Virus Covid -19 di Pelabuhan Bulang Linggi Speedboat Tanjung Uban terkait GeNose dialihkan ke pelabuhan ASDP Kapal Ro-Ro. Sehingga terjadi antre yang panjang, yang berdampak kerumunan orang sacara signifikan.

Lebih lanjut Miswanto berharap pemerintah lebih serius dalam menanggani situasi pandemi Covid -19 saat ini sudah menjadi Gunung Es, dan rendahnya kedisiplinan protokol kesehatan calon penumpang, perlu pengawasan secara masif oleh satgas Covid-19.

Sementara ditempat yang terpisah, salah satu calon penumpang RO-RO yang saat itu sedang mengantri hasil GeNose mengutarakan keluhannya.

“Untuk uji GeNose kami rela antri, begitu juga menunggu hasilnya, namun cukup disayangkan, karena akibat peralihan pengujian GeNose dari Pelabuhan Bulang Linggi diarahkan kepelabuhan ASDP,” jelasnya.

Lanjutnya, Sehingga terjadi penumpukan disini, sehingga untuk keberangkatan penumpang Ro-RO kurang lancar, sementara di Pelabuhan Bulang Linggi berjalan lancar.

“Begitu juga kami berharap agar biaya pengujian GeNose juga dapat di perhatikan, karena kami pengguna jasa laut RO-RO ini bisa jadi aktivitas keseharian kami. Sehingga sudah menjadi biaya kewajiban keseharian, dimana kami diketagorikan domestik. Lain hal bila Komersial, mungkin tidak begitu terbebani dengan nilai biaya GeNose tersebut,”harapnya.

Saat dikonfirmasi kepada Komandan Pos Pelabuhan Bulang Linggi Rahmat dari pihak Syahbandar mengatakan Untuk dipelabuhan Bulang Linggi tidak ada Satgas Covid -19 yang ada KKP, Dishub, Syahbandar, KP3 da AL dan sekali-kali dari Koramil. Dan untuk penumpang sebelumnya harus menunjukkan hasil Rapid atau GeNose.

Saat dikonfirmasi Satgas Kecamatan melalui Camat Bintan Utara Firman Setywan, mengatakan terbitnya SE pak Gubernur adalah tindaklanjut dari Pola 5M dalam pencegahan covid khususnya mengurangi mobilitas/interaksi dan untuk koordinasi pengelolaan di pelabuhan adalah Wewenang Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan (Dishub) yang juga sebagai bagian dari Satgas Covid Kabupaten.

“Tadi kami juga sudah komunikasikan ke Kalak BPBD Bintan terkait kendala dilapangan dan usulan untuk dilakukan penambahan alat uji GeNose ini kepada Instansi terkait, mudah-mudahan dapat terealisasi,” kata Firman.

Sampai dengan dibuatnya berita ini, Kadishub Kabupaten Bintan belum dapat terkonfirmasi.

Penulis : Agus Ginting.

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel