Rencana Pemerintah Pusat Menarik Pajak Sembako, Disperindag Kepri Minta Warga Tidak Resah

298

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri menghimbau seluruh masyarakat Kepri untuk tidak khawatir dan resah dahulu terkait dengan wacana Pemerintah yang berencana bakal menarik pajak Sembilan Barang Pokok (sembako) yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri Burhanuddin di Tanjungpinang, Senin (14/6).

BACA JUGA: Listrik Nyala di 3 Desa Lingga, Gubernur Ansar Resmikan Desa Berlistrik di Kepri

“Kita minta sekarang masyarakat untuk tidak khawatir dan resah dulu terkait isu dan pemberitaan yang berkembang terkait pajak sembako tersebut,” jelas Burhanuddin.

Pasalnya, disampaikan Burhanuddin selain kepastian pajak sembako tersebut belum dipastikan dan masih berupa wacana yang sedang dibahas.

“Kita yakin Pemerintah pusat juga Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan keputusan yang tepat dan yang pasti memihak masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin memastikan bahwa nantinya pemerintah Provinsi Kepri akan juga berupaya untuk menjaga agar daya beli masyarakat.

“Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, maka pertumbuhan ekonomi Kepri juga akan bergerak ke arah yang lebih baik,” tegas Burhanuddin.

Untuk itu, lanjut Burhanuddin ia mengharapkan masyarakat Kepri tak panik dan khawatir berlebihan ditengah isu dan banyaknya berita hoax yang berkembang terkait wacana pajak sembako ini.

“Pemerintah pasti mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin memastikan pihaknya akan terus mengawasi masyarakat dilapangan. Jika ada kenaikan harga dikarenakan kepanikan masyarakat ini akan kita tindak.

“Jika kenaikan harga dikarenakan kendala transportasi dan penyaluran itu biasa,kita akan juga cari solusi agar tercipta kestabilan harga,” tegas Burhanuddin kembali.(kepriprov)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

PKP HIMALAYA