Persiapan Belajar Tatap Muka

112
Salah satu siswi mendapatkan vaksinasi, sebelum dilaksanakannya proses pembelajaran tatap muka. (Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pada masa pandemi COVID-19 saat ini, pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan.

Pasalnya, untuk situasi dan kondisi sekarang, proses belajar mengajar di sekolah di lakukan baik secara daring maupun luring.

Sehingga para siswa tidak dapat belajar secara maksimal. Untuk itu peran guru tidak dapat tergantikan walaupun
dengan teknologi. Karena guru merupakan seorang pengajar dan pendidik.

Pembelajaran yang dilakukan saat ini sangat merugikan para siswa, karena ilmu yang didapat melalui belajar
daring tidak sama jika dibandingkan dengan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Dimana kerugian bagi para siswa dalam beberapa hal, diantaranya seperti pengetahuan yang didapat tidak maksimal, keceriaan ketika tatap muka tidak dapat dirasakan, serta pengalaman belajar bersama teman tidak didapatkannya.

Siswa saat ini merindukan untuk bersekolah tatap muka, sehingga dapat berjumpa dengan guru dan teman-teman. Terlebih banyaknya pengaduan dan keluhan orang tua siswa dalam pembelajaran saat ini.

Beberapa kendala dan kesulitan yang dirasakan orang tua saat mengajari dan
membimbing anaknya di rumah. Beberapa kendala tersebut diantaranya keterbatasan pengetahuan dari orang tua, serta kesulitan mengatur serta meminta anaknya untuk belajar
secara disiplin dan tepat waktu.

Dimana saat ini anak-anak hanya ingin bermain, terutama bermain game via gadget. Bahayanya dari kecanduan gadget menjadi beban tersendiri bagi para orang tua. Sehingga anak menjadi malas untuk melakukan aktivitas harian seperti makan, mandi, beribadah, belajar dan membantu orang tua di rumah.

Bahkan diperparah, anak-anak mereka terkadang melawan, tidak mendengarkan dan mematuhi nasehat orang tua.

Fenomena kecanduan bermain gadget dapat kita lihat dan rasakan
di lingkungan masyarakat kita.
Pembelajaran yang dilakukan secara daring (online) mau tidak mau penggunaan teknologi berupa handphone, tidak dapat terelakkan lagi.

Setiap hari, dalam pembelajaran
efektif, teknologi tersebut digunakan dalam proses pembelajaran.

Beberapa faktor positif dan negatif dari belajar daring, antara lain :

1.Faktor negatif yang dirasakan saat pembelajaran secara daring dengan penggunaan handphone antara lain :

a) Siswa menjadi kecanduan bermain handphone (tidak untuk mencari materi pembelajaran, akan tetapi cenderung bermain game).
b) Kesulitan mengatur waktu.
c) Kesulitan orang tua mengatasi anak di rumah.
d) Handphone sendiri mengakibatkan penglihatan (mata) dan pikiran menjadi rusak dan tumbuh kembang anak menjadi lebih cepat dewasa.
e) Kesulitan juga dirasakan oleh para guru dalam hal melakukan penilaian, karena siswa sering terlambat untuk mengumpulkan tugas.

2. Faktor positif yang dirasakan dalam pembelajaran daring dengan menggunakan handphone, yakni :

a) Mempererat hubungan keluarga
b) Menjadi selalu mensyukuri nikmat terutama nikmat sehat yang di beri Tuhan Yang Maha Esa.
c) Selalu menjaga kebersihan, kesehatan diri dan lingkungan
d) lebih memahami teknologi
Untuk menyongsong keadaan yang kondusif pemerintah, serta masyarakat selalu bekerja sama melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di daerahnya masing-masing.

Vaksinasi Massal Bagi Pelajar Berjalan Lancar

Vaksinasi untuk kategori dewasa telah dilaksanakan. Kini, vaksinasi digalakkan bagi anak usia 12 hingga 17 tahun dilakukan secara bertahap.

Semua bertujuan untuk memutus mata
rantai penyebaran COVID-19 dan menjadikan bangsa yang sehat serta situasi dan kondisi menjadi pulih kembali.

Untuk itu peran guru, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengajak dan memastikan orang di sekitar sudah divaksinasi.

Vaksinasi bagi anak usia 12 hingga 17 tahun di sekolah sudah dilaksanakan. Sebanyak 14 orang siswa terdiri dari 11
laki-laki dan 3 perempuan, serta beberapa anak sudah di lakukan vaksinasi tahap pertama, dan sebagian sudah dilakukan vaksinasi tahap kedua.

Adapun para siswa yang sudah vaksin di sekolah SDN 008 Tebing, dengan
jumlah siswa 14 orang, dengan rata-rata berusia 12 tahun.

Besar harapan kami sebagai pengajar, pembelajaran tatap muka dapat terlaksana segera mungkin, setelah
keadaan daerah menjadi aman dengan adanya penurunan angka pasien COVID-19.

Tidak dipungkiri hal tersebut berkat adanya kerjasama seluruh lapisan masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karena secara sadar masyarakat melakukan vaksin bagi dirinya sendiri dan keluarga.

Keadaan menjadi pulih seperti sedia kala tanpa pandemi COVID-19 dan
penyakit lainnya.

Salam sehat, sukses selalu pendidikan Indonesia.

Penulis : Yayuk Setyari, S.Pd.SD, saat ini sedang mengajar di SDN 008 Tebing Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel