Desa Semembang Terang Benderang, Gubernur : Kecerdasan dan Kesejahteraan Masyarakat Merata

481
Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan program Desa Berlistrik PLN, yang diperuntukkan bagi 9 Desa dan 2 Dusun diseluruh Kepri. (Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pada sempena Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan program Desa Berlistrik PLN, yang diperuntukkan bagi 9 Desa dan 2 Dusun diseluruh Kepri.

Peresmian dihadiri oleh Kepala OPD Kabupaten Karimun dan Managemen PLN Unit Induk Wilayah Riau, Kepulauan Riau (UIW RKR), di pusatkan di Desa Semembang Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (27/10/2021).

“Dengan mengucap syukur Alhamdulillah dan bangga, 9 Desa dan 2 Dusun dapat dialiri istrik, yang terletak di Kabupaten Karimun,” terang Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Honda Capella

Gubernur menyebut, ke 9 Desa tersebut diantaranya, Desa Semembang, Desa Degong, Desa Selat Mie, Desa Sanglar, Desa Ngal. Sedangkan di Kabupaten Anambas terdapat Desa Sunggak, Desa Air Putih dan Desa Lingai. Kemudian terdapat Desa Busun Panjang di Kabupaten Lingga dan Dusun Binjai serta Dusun II Harapan Jaya di Kabupaten Natuna.

“Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-76 ini, kita telah berhasil mengaliri listrik di 9 Desa dan 2 Dusun di Kepri. Sesuai harapan kita semua, kita ingin Kepri terang benderang, sehingga kecerdasan masyarakat dan kesejahteraan bisa merata,” ungkap Ansar.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Managemen PLN Unit Induk Wilayah Riau, Kepulauan Riau (UIW RKR).

“Karena dengan adanya listrik yang masuk pada 9 Desa dan 2 Dusun tersebut, telah meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Hingga bulan Oktober 2021, kata Gubernur RDB Kepulauan Riau telah mencapai 98,56 persen.

“Sehingga masyarakat sangat terbantu, dapat peningkatan perekonomian ditengah pandemi, hal ini seiring dengan adanya listrik tingkat kesejahteraan pun akan meningkat,” harapannya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Senior Manager Perencanaan PLN UIWRKR, Jaka Sumantri menjelaskan bahwa, pembangunan jaringan listrik meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 21,88 Kilometer Sirkuit (KMS), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 39,64 KMS, 11 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 975 Kilo Volt Ampere (kVA) dan 9 unit pembangkit listrik tenaga diesel dengan total kapasitas terpasang sebesar 935 Kilo Watt (KW).

“Dengan total biaya keseluruhaan mencapai Rp 29,3 miliar, untuk investasi pengerjaan di 9 Desa dan 2 Dusun, untuk melayani sebanyak 1.803 pelanggan,” paparnya.

Jaka menambahkan, PLN memberikan bantuan melalui program PLN Peduli bagi masyarakat kurang mampu berupa pembayaran biaya pasang baru listrik kepada 815 pelanggan yang berada di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

“Selain pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, melalui program PLN Peduli kami memberikan bantuan Pasang Baru Listrik (PBL), bagi masyarakat yang kurang mampu dengan total lebih dari 815 juta pelanggan.

“Yang terdiri dari 305 pelanggan di Riau dan 510 pelanggan di Kepulauan Riau,” tambahnya.

Tidak hanya itu menurut Jaka, PLN melalui Yayasan Bantuan Mal (YBM) juga memberikan bantuan 517 paket sembako bagi masyarakat Riau dan Kepulauaun Riau.

“Bantuan ini berasal dari zakat pegawai PLN yang dipotong setiap bulannya,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jaka juga mengajak seluruh pelanggan PLN paska bayar agar selalu disiplin dan taat dalam membayar tagihan rekening listrik, sebelum batas akhir pembayaran, yakni pada tanggal 20 setiap bulannya.

“Hal ini agar terhindar dari pemutusan aliran listrik, apalagi pembayaran saat ini sangat mudah dilakukan, dimana saja melalui aplikasi PLN Mobile, ATM, EComerce, Mobile Banking serta PPOB yang tersebar,” tuturnya.

Apabila pelanggan ada mengalami gangguan listrik, kata Jaka dapat melaporkan pengaduan melalui saluran yang telah disediakan seperti contact center 123, twitter PLN 123, Facebook PLN 123 dan aplikasi PLN Mobile yang sudah tersedia di Google Play maupun App Store.

“Dengan memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh masyarakat,” ungkap Jaka.

Salah satu warga Desa Semembang bernama Anton, menyampaikan ucapan terima sekaligus mengapresiasi kepada PLN, dimana sebelumnya masyarakat di 9 Desa dan 2 Dusun tersebut masih menggunakan genset sebagai sumber listrik, dengan biaya operasional yang lebih tinggi.

“Kami sangat berterima kasih karena genset kami hanya hidup 5 jam dengan biaya per bulannya Rp 300 ribu, sedangkan dengan listrik PLN kami hanya membayar Rp 150 ribu dengan jam nyala 14 jam,” ujar Anton.

Aman

FANINDO