Tahun 2022 Pemprov Kepri Anggarkan Rp9,6 Miliar untuk Pembangunan Jalan Lingga Timur

574
Bupati Lingga M. Nizar saat meninjau jalan rusak. (Photo: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Bupati Lingga Muhammad Nizar meninjau langsung lokasi jalan rusak yang berada di Desa Teluk-Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Senin (29/01/2021).

Jalan tersebut mendapat perhatian serius dan diupayakan untuk dijadikan prioritas pembangunan dari pagu anggaran yang telah dialokasikan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022.

Nizar menjelaskan tahun 2022 Kabupaten Lingga menerima alokasi anggaran Rp 9,6 miliar untuk kelanjutan pembangunan jalan di Lingga Timur.

Honda Capella

Pemerintah daerah berencana mengajukan pembangunan prioritas jalan yang berada di Dusun II Tebing, Desa Teluk karena menimbang kondisi jalan yang rawan bencana.

Jalan yang berlokasi di atas rawa-rawa sagu tersebut, meskipun sudah berulang kali dilakukan penimbunan oleh masyarakat setempat, tetap saja kondisinya memprihatinkan. Apalagi saat musim penghujan melanda. Kondisi ini justru menimbulkan ketidaknyamanan dari pengguna jalan.

“Pada peninjauan bersama camat dan tokoh masyarakat tadi, memang sangat diperlukan adanya peningkatan di jalan tersebut. Kemudian setelah dibangun di situ, dari sisa pagu dapat digunakan untuk peningkatan kelanjutan jalan yang sudah selesai dibangun saat ini di Dusun Limbung, Desa Bukit Harapan,” kata Nizar.

Selain pembagunan tadi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dijelaskan Nizar juga telah mengakomodir sejumlah kegiatan pembangunan lain untuk Kabupaten Lingga di tahun 2022.

Seperti kelanjutan pembangunan jembatan di Desa Marok Tua, Perbaikan Jalan Kelumu-Sertih, Peningkatan Jalan Rantau Panjang, pembangunan Jembatan Merawang-Malar, pembangunan gorong-gorong di Air Merah, Singkep Barat, serta perbaikan 3 jembatan dari 5 jembatan yang berada di sepanjang jalan dari Kelurahan Daik-Desa Musai.

“Kami juga berharap dari pembangunan 3 jembatan ini nantinya dapat menjadi prioritas untuk dibangun yakni jembatan di dekat penginapan Sunling, jembatan di Panggak Laut, dan jembatan di Sungai Musai,” jelas dia.

Dia berharap dengan adanya pembangunan-pembangunan ini, dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat Lingga dalam aktivitas sebagai pengguna jalan. Selain itu, juga sebagai akselarasi pembangunan dan keterisolasian khususnya di desa-desa yang jauh.

Di waktu yang sama, dia juga menghadiri pembukaan Turnamen Volly di Desa Belungkur, sekaligus memberikan pengarahan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker.

Meskipun Kabupaten Lingga sudah berada di zona aman, dan satu-satunya kabupaten/kota di Kepulauan Riau yang sudah di zona hijau. Namun, dia meminta kepada semua yang hadir harus tetap waspada menjaga diri, terutama dalam kerumunan.

“Jangan terlalu euforia meski sudah diizinkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan di ruang publik. Harus tetap waspada,” pinta dia.

Kemudian terkait pembangunan di sana, di hadapan masyarakat Belungkur, dia mengatakan pemerintah telah berencana menghadirkan signal telekomunikasi mengingat kebutuhan jaringan internet saat ini sudah menjadi penting di Kabupaten Lingga.

Terlebih lagi, di Lingga Timur telah dipersiapkan untuk kawasan industri dengan lahan seluas antara 1000 sampai 1500 hektar. Maka dari itu, sangat penting jaringan Telkomsel masuk untuk mempermudah telekomunikasi bahkan menjangkau informasi-informasi di Lingga Timur.

“Dari pertemuan beberapa hari lalu dengan pihak Telkom dan Telkomsel di Batam, mudah-mudahan Telkomsel juga dapat membangun tower besar. Apakah dibangun di Desa Kudung dengan melihat luasnya jaringan, dan tidak menutup kemungkinan jika jaringan tidak tembus sampai ke sana, Telkomsel akan mendirikan tower besar di Desa Belungkur,” terangnya. (r/ravi)

FANINDO