WARTAKEPRI.co.id – Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyatakan bahwa forum rapat kesekjenan MUI belum menerima pengunduran diri Miftachul Akhyar dari kursi Ketua Umum MUI. Rapat kesekjenan MUI itu digelar pada hari ini, Rabu (9/3/2022).
“Rapat Kesekjenan memutuskan belum bisa menerima pengunduran diri ketum karena keputusan Munas X (2020) Kiyai Miftah sebagai ketum 2020-2025,” kata Amirsyah dalam keterangan resminya, Rabu (8/3/2022).
Amirsyah mengatakan pihak kesekjenan sudah menerima surat pengunduran diri yang diajukan Miftachul dari kursi Ketum MUI.
Meski demikian, Amirsyah menyatakan pengunduran diri Miftachul itu akan dibawa ke Dewan Pimpinan MUI untuk diproses sesuai dengan mekanisme organisasi. Baik diproses melalui rapat pimpinan, rapat pleno dan paripurna.
“Mekanisme itu sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI sesuai hasil Munas X di Jakarta,” kata dia.
Seperti diketahui, Miftachul umumkan mundur dari kursi Ketua Umum MUI saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3/2022).
Ia mundur karena diamanahkan oleh forum ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung untuk tak diperbolehkan merangkap jabatan. Pada Muktamar NU 2021 itu, Miftah diamanahkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2022-2026.
Artinya, jabatan Ketum MUI yang diemban Miftachul belum genap dua tahun. Ia terpilih sebagai Ketum saat digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta pada 26 November 2020 lalu.
Kirim Surat Pengunduran Diri
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal itu disampaikan oleh Miftachul saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3).
“Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami’na wa atha’na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,” ujar Miftachul dikutip dari laman resmi NU.
Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur periode 2007-2015 itu lalu menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketua Umum MUI pada akhir November 2020. Hampir dua tahun sebelumnya, kata dia, banyak pihak merayu dan meyakinkan dirinya untuk bersedia jadi Ketua Umum MUI. (cnnIndonesia)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O



























