WARTAKEPRI.co.id, COLOMBO – Sebanyak 26 menteri di kabinet Sri Lanka mundur berjamaah karena krisis ekonomi yang semakin parah, yang memicu protes anti-pemerintah yang meluas.
Dilansir Sindonews.com, Menteri Pendidikan, Dinesh Gunawardena – yang ikut ambil bagian dalam pengunduran diri massal – mengatakan seluruh menteri memilih meletakkan jabatan setelah melakukan pertemuan larut malam pada hari Minggu.
Kabinet Sri Lanka kini hanya tersisa Presiden Gotabaya Rajapaksa dan kakak laki-lakinya; Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa.
“Semua menteri mengajukan surat pengunduran diri agar presiden dapat membentuk kabinet baru,” kata Gunawardena, seperti dikutip AFP, Senin (4/4/2022).
BACA JUGA Airlangga: Green Energy Peluang Indonesia Selamat dari Krisis Energi Dunia
Tiga anggota dari keluarga Rajapaksa yang berkuasa termasuk di antara mereka yang mengundurkan diri di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap kekurangan akut makanan, bahan bakar dan obat-obatan yang melanda negara Asia Selatan berpenduduk 22 juta jiwa itu.
Adik Rajapaksa yang termuda, menteri keuangan Basil, dan sulung mereka, Chamal, yang memegang portofolio pertanian, dan kerabat keluarga Namal, menteri olahraga, semuanya mengundurkan diri. Langkah itu dilakukan setelah ribuan orang menentang jam malam pada hari Minggu untuk protes di seluruh negeri menuntut penggulingan keluarga Rajapaksa, yang kembali berkuasa pada November 2019.
Sumber: Sindonews



























