
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor merupakan sebuah peringatan yang biasa dilaksanakan tanggal 22 September setiap tahunnya.
Tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Karimun. Sejak dibuka oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq pada Minggu tanggal 14 Agustus 2022 lalu, animo masyarakat Bumi Berazam sangat tinggi mengikuti pelaksanaan Car Free Day tersebut.
Pada momentum kesempatan inilah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun memanfaatkan hal-hal positif ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Salah satunya dengan menukarkan botol plastik dan kertas dengan bibit tanaman produktif.
“Tentunya mampu membangkitkan animo masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan alam, terbebas dari sampah plastik,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Rita Agustina, Minggu (4/9/2022).
Menurutnya, ratusan bibit tanaman produktif telah disiapkan bagi seluruh masyarakat selama pelaksanaan kegiatan Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di bilangan Coastal Area Tanjungbalai Karimun, selama empat jam sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
“Hal ini dibuktikan dengan antusias banyaknya warga yang datang dengan membawa botol plastik dan kertas di lokasi CFD,” ujar Kepala Dinas yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ini.
Rita menambahkan, untuk mekanisme penukaran sampah plastik (botol dan kertas) pihaknya telah menentukan satu kantong plastik untuk dapat ditukarkan dengan sebatang bibit tanaman produktif.
“Untuk mekanismenya, kita tentukan ukuran dan bibitnya. Beberapa botol ukuran 600 ml ditukar dengan sebatang bibit pohon, atau satu kantong plastik ukuran sedang,” beber Rita.
Untuk itu, masih kata Rita, pihaknya akan terus mensosialisasikan dampak lingkungan dari sampah plastik. Dimana menurutnya sampah botol plastik tersebut tentunya memiliki dampak buruk terhadap residu lingkungan.
Sebab proses penguraian botol plastik bisa memakan waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun dan akan menjadi limbah berbahaya.
Untuk itu dirinya berinisiasi menggagas kegiatan tukar botol dengan bibit tanaman produktif.
“Karena ingin memotivasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat berkontribusi menyelamatkan alam dari limbah sampah plastik yang berbahaya,” pungkasnya.
Nantinya, kata Rita ribuan botol plastik tersebut, yang sudah terkumpul ini akan disetorkan kepada pengepul.
“Kedepanya akan dilakukan kerja sama dengan pihak lain yang memiliki mesin penghancur plastik, untuk dapat di daur ulang menjadi bahan material yang dapat dimanfaatkan kembali,” tandasnya.





























