BATAM – Jembatan 1 Barelang di Batam, yang biasanya menjadi destinasi wisata dan spot foto populer, kini telah menjadi saksi dari serangkaian peristiwa tragis bunuh diri.
Pemuda-pemuda yang patah hati atau terjebak dalam masalah hidupnya memilih untuk mengakhiri hidup dengan melompat dari ketinggian jembatan yang megah itu.
Kisah terbaru datang dari Yefta Handrido Surbekti (23), seorang pemuda asal Batam yang nekat terjun dari Jembatan 1 Barelang pada Minggu dinihari, 30 Juni 2024.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasadnya di perairan Pulau Akah, beberapa mil dari lokasi kejadian, pada Minggu sore.
Kisah tragis ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Jembatan 1 Barelang. Sebelumnya, seorang pria dinyatakan hilang tenggelam setelah melompat dari jembatan pada Mei 2024.
Kasus bunuh diri di jembatan ini menjadi alarm serius bagi Kepulauan Riau, yang tercatat sebagai salah satu provinsi dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jembatan 1 Barelang telah menyaksikan beberapa kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri lainnya, menggambarkan betapa mendalamnya tekanan psikologis yang dirasakan oleh beberapa individu muda di kawasan ini.
Semoga tragedi-tragedi ini menjadi panggilan untuk lebih serius lagi mengatasi masalah kesehatan mental di masyarakat kita. (deni)

































