WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Belasan orang yang diduga dari organisasi salah satu LSM di kota Batam, datang menemui para imigran yang bermukim di fasilitas umum Batam Center. Kedatangan LSM ini untuk mengusir para imigran supaya pindah dari lokasi tersebut.
Menurut keterangan salah satu relawan dari universitas di kota Batam yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, membenarkan aksi yang terjadi. Dimana katanya mereka sangat ketakutan, jika tidak pindah akan dibakar tenda-tenda para imigran tersebut.
” Kami sebagai relawan yang menjaga para imigran telah melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib,” ujar relawan itu ke Wartakepri, Minggu (13/11/2016).
Menurut data yang di peroleh dari para relawan, imigran tersebut berasal dari tujuh negara diantaranya Sudan, Somalia, Pakistan, Afganistan, Utopiha, Yaman dan Irak. Jumlah mereka 110 orang imigran.
Saat ini masih bertahan di lokasi, dimana di negara mereka masih terjadi konflik (perang) yang tidak juga berkesudahan.
Dalam hal ini mereka sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah dimana selama ini bantuan yang di terima berasal dari warga Batam.(andi pratama)
























