Home Ekonomi Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Ini, Fokus Beralih ke Kebijakan Bank Sentral...

Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Ini, Fokus Beralih ke Kebijakan Bank Sentral Eropa

Rekomendasi Harga Emas
Harga emas dunia menguat pekan ini. Pasar masih menunggu pergerakan Bank Sentral Eropa (reuters)
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

BATAM – Survei mingguan Kitco menunjukkan optimisme tinggi di kalangan analis dan pelaku pasar ritel mengenai pergerakan harga emas pada pekan ini.

Dari 13 analis yang berpartisipasi, 12 orang atau 92% memprediksi harga emas akan melanjutkan tren kenaikan. Hanya satu analis yang memperkirakan adanya pelemahan harga emas, sementara tidak ada yang memandang harga emas akan bergerak sideways.

Dalam jajak pendapat online Kitco, yang melibatkan 178 suara, mayoritas pelaku pasar ritel juga menunjukkan sentimen bullish terhadap emas.

Sebanyak 119 responden, atau 67%, memperkirakan harga emas akan menguat, sementara 32 responden (18%) memperkirakan harga emas akan tertekan. 27 responden lainnya, mewakili 15%, mengharapkan harga emas akan bergerak sideways.

Pasar akan mengalihkan perhatian dari kebijakan the Federal Reserve (the Fed) ke keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan pada Kamis pagi.
Banyak yang memperkirakan bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan suku bunga setelah memangkasnya pada Juni lalu, dengan potensi penurunan lebih lanjut di masa depan.

Rilis data ekonomi AS juga menjadi fokus utama. Pada Selasa, data penjualan ritel AS untuk Juni 2024 akan dirilis, dengan prediksi bahwa konsumsi akan melemah. Ini dapat meningkatkan harapan penurunan suku bunga oleh the Fed pada September 2024.

Selain itu, survei manufaktur Empire State dan komentar dari Ketua the Fed Jerome Powell, serta data perumahan, izin bangunan, survei the Fed Philly, dan klaim pengangguran mingguan juga akan menjadi perhatian.

Pendapat Analis

Analis Senior FxPro, Alex Kuptsikevich, melihat potensi harga emas untuk mencapai level tertinggi baru sepanjang masa jika harga menembus level resistance USD 2.850.

Kuptsikevich mencatat bahwa laporan inflasi AS yang lemah mendorong harga emas ke level USD 2.400, meskipun kenaikan ini sempat terkoreksi. Ia menyatakan bahwa ketidakpastian inflasi saat ini memberi sinyal potensi pelonggaran kebijakan oleh the Fed.

Sementara itu, Head of Currency Strategy Forexlive.com, Adam Button, memperkirakan harga emas mungkin akan turun seiring dengan berita dari China yang tidak membeli emas dalam dua bulan terakhir. Meski demikian, Button menilai penurunan harga emas ini kemungkinan bersifat jangka pendek.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, tetap optimis bahwa harga emas berpotensi naik, didorong oleh harapan penurunan suku bunga AS dan melemahnya dolar AS.

Chandler mencatat bahwa harga emas telah mengalami kenaikan selama tiga minggu berturut-turut dan mungkin mengalami konsolidasi jangka pendek.

Analis Senior Kitco, Jim Wyckoff, mengungkapkan bahwa kecenderungan dovish dari the Fed mendukung tren bullish harga emas minggu ini. Wyckoff menambahkan bahwa harga emas diperdagangkan sekitar USD 2.412, dengan kenaikan sebesar 0,97% pada pekan lalu.

Penutupan Harga Emas Jumat 12 Juli 2024

Pada perdagangan Jumat, harga emas berhasil bertahan di atas level USD 2.400 per ounce, menuju kenaikan pekan ketiga berturut-turut.

Harga emas spot turun 0,1% menjadi USD 2.411,58 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,2% menjadi USD 2.416,7 per ounce.

Meskipun ada aksi ambil untung, data inflasi yang lebih dingin pada Kamis mendukung prospek penurunan suku bunga oleh the Fed, dengan peluang penurunan suku bunga mencapai 96% pada September, menurut CME FedWatch Tool.

sumber: cnbc

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026