BATAM – Telkom Group makin yakin bisnis Data Center yang telah dibangun di Singapura dan di Cikarang akan mampu bersaing dengan Data Center negara negara Asia seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, untuk menggarap layanan untuk Data Center perusahaan bergerak artificial intelligence (AI), Telkom Group sedang membangun NeutraDC Nxera di Kawasan Kabil Nongsa Batam.
Honesty Basyir, Direktur Group Business Development Telkom Indonesia menjelaskan bisnis Data center atau pusat data kini menjadi sangat penting seiring berkembangnya teknologi digital dan meningkatnya kesadaran perusahaan akan pentingnya mengelola dan memanfaatkan data. Oleh karena itu, Telkom Groups semangat menggarap bisnis Data Center.
“Ibaratkan masakan. Semua bumbu-bumbunya sudah ada. Dan tinggal bagaimana kita meraciknya saja menjadi sebuah makanan atau masakan yang melezatkan. Intinya, bagaimana Telkom bisa ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara. Kembali kalau ditanya kenapa, jawaban pasnya adalah Kenapa tidak!,” kata Honesty Basyir, Senin (15/7/2024) di Hotel Mariot Harbour Bay Batam.
Ditambahkannya, kehandalan jaringan fiber optic millik Telkom Group telah diakui bahkan jaringan Telko telah terkoneksi ke jaringan fiber dunia. Selain itu, pangsa pasar penggunaan data di Indonesia akan terus bertambah. Peluang lainnya, Telkom Group melayani Telkomsel miliki 160 juta pelanggan.
Telkom Groups melihat bisnis Ekosistim Digital ini, selain memiliki visi dan misi untuk memberikan perubahan dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kehadrian Data Center juga menjadi sebuah nasionalis yang patut diperjuangkan dari gempuran Data Center dari luar negeri.
“Kita ketahui sendiri, bahwa Indonesia itu memiliki ekosistim digital. Dan Telkom harus ambil bagian dalam perubahan ini. Dan jika dilihat dari sisi makro, Indonesia memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Bisa dikatakan 40 persen pertumbuhan ekonominya dari sektor ini memberikan proyeksi nilai pendapatan yang sangat sigifikan,” tegasnya.
Dan jika dilihat dari habit masyarakat Indonesia sendiri, rata-rata lebih dari 10 jam mereka beinteraksi menggunakan internet. Baik untuk bekerja maupun bermedia sosial. Hal itu akan beriringan dengan penggunaan dan konsumsi layanan digital yang terus bertumbuh secara pesat sehingga membutuhkan dukungan ekosistem digital, salah satunya data center.
Kelebihan Data Center Batam
CEO NeutraDC, Andreuw ThAF menambahkan, dibangunya DC di Batam sebenarnya memang bertujuan untuk menampung para tenan yang saat ini berlangganan di Singapura dan sudah tidak tertampung lagi oleh negara tersebut.
“Jadi sejak tahun 2016 lalu, Singapura telah menghentikan penambahan layanan Data Centre, padahal permintaan ke negara itu masih membludak, sehingga terjadilah over load. Kelebihan ini lah yang nanti akan masuk ke Data Centre Batam,” ungkap Andreuw.
Upaya ini menurut Andreuw tentu dibarengi dengan peningkatan-peningkatan pelayanan. “Kita berjanji akan memberikan Singapur Clas (layana setaraf Singapura) kepada para tenan,” sebutnya.
Manampung Semua Segmen
Sementara itu, CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba menambahkan, pihaknya akan menampung tenan dari berbagai segmen, mulai dari retail, perbankan, perusahaan-perusahaan hingga cloud provider.
“Kita akan menampung semua segmen, dan tentu kita akan mengedepankan pelayanan yang prima,” ungkapnya.
Indrama juga menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna data terbesar di Asia Tenggara, dari Facebook, Tiktok, IG dan lain sebagainya, oleh karena itu, Telkom Group harus berinisiatif untuk mengambil dampak digital ekonominya, bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)
Editor: Dedy Suwadha
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O


























