Home Berita Utama Prakiraan Cuaca Kepri 11-14 November 2024, Cuaca Berawan dan Penampakan Topan Toraji

Prakiraan Cuaca Kepri 11-14 November 2024, Cuaca Berawan dan Penampakan Topan Toraji

Prakiraan Cuaca Kepri 11-14 November 2024, Cuaca Berawan dan Penampakan Topan Toraji
Prakiraan Cuaca Kepri 11-14 November 2024, Cuaca Berawan dan Penampakan Topan Toraji
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id – Berdasarkan data dari website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Prakiraan Cuaca Kepri Senin 11 November 2024 – 14 November 2024. Mayoritas daerah diprediksi akan mengalami berawan dan Hujan Ringan dengan Kecepatan Angin rendah hingga sedang.

Berikut adalah prakiraan cuaca untuk beberapa kota di Kepri:

1. Kabupaten Anambas:
Cuaca Berawan , Suhu 26°C, Kelembapan Udara: 80-87%, Kec. Angin: 12 km/jam, Arah Angin dari: Utara.

2. Bintan:
Cuaca Berawan, Suhu 23-25°C, Kelembapan Udara: 89-94 %, Kec. Angin: 4 km/jam, Arah Angin dari: Utara.

3. Tanjung Balai Karimun:
Cuaca Berawan, Suhu 24-26°C, Kelembapan Udara: 80-88%, Kec. Angin: 6 km/jam, Arah Angin dari: Timur

4. Daik Lingga:
Cuaca Berawan dan Hujan Ringan, Suhu 26°C, Kelembapan Udara: 88%, Kec. Angin: 5 km/jam, Arah Angin dari: Timur Laut

5. Ranai Natuna:
Cuaca Cerah Berawan, Suhu 25°C Kelembapan Udara: 90%. Kec. Angin: 4 km/jam Arah Angin dari: Timur

6. Kota Tanjung Pinang:
Cuaca Berawan, Suhu 25°C, Kelembapan Udara: 90 %, Kec. Angin: 5-8 km/jam, Arah Angin dari: Timur Laut

7. Kota Batam:
Berawan Tebal Berpotensi Hujan, Suhu 26°C, Kelembapan Udara: 90%, Kec. Angin: 4-6 km/jam, Arah Angin dari: Timur Laut

Prospek Cuaca Mingguan Periode 08 – 14 November 2024: Gelombang Atmosfer Masih Aktif, Potensi Cuaca Ekstrem Tetap Ada untuk Sepekan Ke Depan

Gelombang Atmosfer Masih Aktif, Potensi Cuaca Ekstrem Tetap Ada untuk Sepekan Ke Depan

Berdasarkan pemantauan cuaca dari BMKG, dalam beberapa hari terakhir telah terlihat adanya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan kondisi cuaca pada akhir Oktober lalu yang kondisi cuacanya didominasi dengan cuaca panas dan terik. Perubahan kondisi atmosfer yang signifikan ini dipicu oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia bagian barat, seperti wilayah Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Dalam beberapa hari kedepan, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator tersebut, diprakirakan masih aktif di wilayah Indonesia.

Sementara itu, BMKG kembali memonitor adanya gangguan atmosfer di wilayah utara Indonesia, tepatnya di Laut Cina Selatan sebelah barat Filipina, berupa Siklon Tropis YINXING. Siklon Tropis YINXING yang saat ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot diprediksi masih akan aktif hingga 3 hari mendatang.

Meskipun demikian, siklon ini tidak memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia, mengingat jarak siklon yang cukup jauh. Meskipun demikian, terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia sebelah barat Lampung yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin, sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah yang dilewati pertemuan atau perlambatan angin tersebut.

Aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diperkirakan akan aktif di Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan; serta Gelombang Kelvin akan aktif di Jawa, Bali, NTT, NTB, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian Selatan dalam beberapa hari ke depan.

Siklon Tropis YINXING terpantau di perairan barat Filipina yang menginduksi peningkatan kecepatan angin (low level jet) di perairan utara Filipina.

Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Andaman, di Samudra Hindia barat Lampung, di Laut Natuna Utara, dan di Samudra Pasifik utara Papua, di samudera Pasifik timur laut PNG yang membentuk Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Perairan barat Bengkulu hingga Sumatra Barat, Laut Andaman, dan Laut Cina Selatan.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya memanjang dari pesisir barat Sumatera Barat hingga Aceh, di Kalimantan Barat bagian Utara hingga Sabah, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat, Papua Barat, Papua Pegunungan hingga Papua Tengah dan Papua. Sedangkan, Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Andaman, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Cina Selatan, dan Laut Jawa. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi/konfluensi tersebut.

Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, PapUa pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

PROSPEK CUACA SEPEKAN KE DEPAN

Pada sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi, potensi hujan masih didominasi pada sore hingga menjelang malam hari, dengan sebaran tidak merata dan durasi relatif singkat. Hal ini umum terjadi pada masa peralihan dan di awal musim hujan yang diperkirakan terjadi pada awal hingga akhir November mendatang.

PERINGATAN DINI
Potensi cuaca signifikan dalam periode 08 – 14 November 2024, berupa:
Potensi Hujan sedang – lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kep. Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua Selatan

Potensi Angin Kencang
Papua Selatan

IMBAUAN
Dengan adanya potensi hujan sedang – lebat tidak merata di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk memulai membersihkan lingkungan, memperkuat bangunan/infrastruktur, menyiapkan perlengkapan darurat bencana, dan hindari daerah-daerah yang mudah terdampak.

Selain itu, penting untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lainnya, terutama di daerah rawan. Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di sekitar mereka, dan selalu memperbarui informasi dari BMKG terkait prakiraan cuaca serta protokol evakuasi jika terjadi bencana. Informasi lebih lengkap bisa diakses melalui website BMKG https://www.bmkg.go.id, media sosial (@infobmkg), atau aplikasi infoBMKG.

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026