NATUNA – Menjelang pertengahan bulan Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Natuna melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (sembako) di sejumlah lokasi strategis.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, bersama dengan perwakilan DPRD, kadis desprindag Marwan, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stok sembako aman dan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama dalam menyambut hari raya Idul Fitri.
Pemantauan diawali dengan kunjungan ke gudang Bulog Ranai, di mana Wakil Bupati Jarmin Sidik mengecek langsung ketersediaan beras. Kepala Bulog Cabang Natuna, Delli Bayu Putra, menyampaikan bahwa stok beras saat ini masih aman, dengan total 560 ton beras SPHP dan 10 ton beras komersial, sehingga total stok mencapai 570 ton.
“Alhamdulillah, stok beras kita masih aman dan insyaallah mencukupi hingga setelah Lebaran. Setiap kali stok tersisa 200 ton, kami segera melakukan permintaan penambahan,” ujar Delli dengan penuh keyakinan.

Setelah meninjau gudang Bulog, rombongan melanjutkan pemantauan ke Devon Smart Market di Jalan Soekarno Hatta, serta pasar ikan dan sayur di Jalan DKW Muhammad Benteng. Di lokasi-lokasi tersebut, Wakil Bupati Jarmin Sidik tidak hanya mengecek ketersediaan barang, tetapi juga berbincang langsung dengan para pedagang dan masyarakat untuk mendengar keluh kesah mereka.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Seorang pedagang di pasar Ranai mengungkapkan, penjualan mereka turun drastis sejak Desember 2024. “Daya beli masyarakat menurun jauh sejak bulan Desember kemarin. Kemungkinan ini karena belum keluarnya dana Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP),” ujar salah satu pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Jarmin Sidik mengakui bahwa perputaran ekonomi di Natuna sangat bergantung pada pembayaran TPP.
“Kalau memang ini penyebabnya, kami akan segera melaporkan kepada Bupati agar TPP pegawai segera dibayarkan. Dampaknya sangat besar terhadap perekonomian masyarakat,” tegas Jarmin.
Di akhir kunjungan, Jarmin Sidik mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi harga dan ketersediaan sembako.

“Kita harus memastikan harga tetap stabil dan stok mencukupi. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.
Hasil pemantauan ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Natuna untuk menentukan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako hingga pasca Lebaran.
Dengan upaya ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri.
(Rk)
































