Home Berita Utama Kendaraan Menumpuk di Pelabuhan Tanjunguban, Pengusaha Angkutan Dirugikan

Kendaraan Menumpuk di Pelabuhan Tanjunguban, Pengusaha Angkutan Dirugikan

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Barau dan Tanjung Burang, berlayar dari Pelabuhan Tanjunguban menuju Pelabuhan Telaga Punggur ditempuh sekitar 30 menit, lantaran jarak dari Pelabuhan Tanjunguban ke Telaga Punggur Batam relatif dekat, hanya 9 kilometer.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Sudah dua pekan para penumpang dan kendaraan menumpuk di Pelabuhan Tanjunguban.

Pihak PT ASDP sendiri hanya mengoperasikan dua armada kapal Roll on Roll off (RoRo) untuk rute Tanjunguban menuju Telaga Punggur Batam.

Sedangkan dua kapal lainnya lagi masih dalam kondisi perbaikan.

Dua kapal yang beroperasi yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Barau dan Tanjung Burang.

Penanggungjawab Pelabuhan Tanjunguban, Sukma Nugraha menjelaskan bahwa, penumpukan penumpang dan kendaraan disebabkan karena adanya docking kapal.

“Penumpukan penumpang dan kendaraan disebabkan karena adanya perbaikan kapal (docking),” terang Sukma, Minggu, 18 Mei 2025.

“Dua kapal lainnya milik PT Jembatan Nusantara sedang dalam perbaikan,” tambah Sukma.

Rencana penambahan trip kapal Roro di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, kata Sukma tergantung kebijakan dari kantor pusat yang berada di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

“Kami disini sifatnya masih kantor (kecil) cabang, pusatnya di Batam. Tidak mungkin kami menyeberangkan dari Pelabuhan Tanjunguban saja,” imbuhnya.

Pembatalan keberangkatan kapal ini memicu aksi protes dari sejumlah penumpang yang telah menunggu lama berhari-hari.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun WhatsApp, terkait penumpukan penumpang dan kendaraan, baik yang berada di Pelabuhan Tanjunguban, maupun yang di Pelabuhan Telaga Punggur Batam, Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Batam, Topan Wishnu Chandra, hingga saat ini belum memberikan keterangannya.

Salah seorang pengusaha angkutan, Yono merasa kecewa dengan pembatalan trip rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjunguban menuju Pelabuhan Telaga Punggur Batam, maupun sebaliknya.

“Kalau dari sisi pengusaha angkutan, setiap penundaan pasti ada kerugian efektifitas kendaraan,” ujarnya kesal.

Ia berujar, bagi para pengusaha logistik barang, penundaan yang menelan waktu lama berdampak pada rusaknya barang hingga terganggunya suplai logistik.

“Semakin lama menunggu, dapat berakibat rusaknya barang dan terganggunya suplai logistik,” tandasnya.(Aman)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL