Home Berita Utama Kampung Adat Gebong Memarong, Jejak Budaya Masyarakat Mapur, Komitmen PT Timah Melestarikan...

Kampung Adat Gebong Memarong, Jejak Budaya Masyarakat Mapur, Komitmen PT Timah Melestarikan Tradisi

PT Timah terus memberikan dukungan dan komitmennya dalam pelestarian budaya, salah satunya Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, kini telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata guna mengedukasi budaya masyarakat Adat Mapur.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, PANGKALPINANG – Derasnya arus modernisasi saat ini, masyarakat Adat Mapur tetap konsisten memegang teguh nilai-nilai leluhur.

Warisan budaya yang tertanam sejak ratusan tahun silam tersebut, kini menemukan ruang baru untuk tetap berlangsung dan berkembang.

Hal tersebut terpampang pada pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong yang digagas bersama PT Timah Tbk.

Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka kini telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata guna mengedukasi budaya masyarakat Adat Mapur.

Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan menjelaskan, pelestarian budaya, kearifan lokal dan tradisi masyarakat merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilakukan perusahaan.

“PT Timah bersama masyarakat Adat Mapur terus menggalakkan kawasan tersebut untuk melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Adat Mapur,” ujar Anggi, Jum’at, 8 Agustus 2025.

“Sejak tahun 2022 silam hingga saat ini, PT Timah bersama Lembaga Adat Mapur terus mengembangkan dan melestarikan budaya yang ada,” tambah Anggi.

Ia menambahkan, beragam kegiatan dihadirkan untuk menghidupkan kampung Adat Gebong Memarong.

“Dukungan PT Timah terhadap pelestarian masyarakat adat Mapur tak hanya terhenti pada pembangunan fisik, lebih dari itu, PT Timah turut membekali masyarakat dengan keterampilan untuk mengelola kampung adat secara mandiri dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat mampu mengelola wisata berbasis budaya, peningkatan kapasitas masyarakat melalui program pelatihan dan sarana untuk mendukung pelestarian budaya.

“PT Timah menyadari pelestarian budaya merupakan bagian terpenting dari pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal, Anggi berujar bahwa, Kampung Adat Gebong Memarong diharapkan dapat menjadi pusat edukasi budaya, destinasi wisata yang bernilai, serta sumber ekonomi baru bagi masyarakat Mapur.

“PT Timah telah menggelar berbagai kegiatan di Kampung Adat Gebong Memarong seperti pelatihan membatik, pelatihan pemandu wisata, pelatihan decoupage dan juga mendukung tradisi Nuju Jerami,” paparnya.

Melalui kolaborasi ini, pihaknya juga berharap agar masyarakat adat tetap menjadi subjek dari pelestarian, sehingga perusahaan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

“Karena mereka merupakan penjaga tradisi dan pelaku utama dalam melestarikan kearifan lokal,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko mengatakan, sejak berdirinya Kampung Adat Gebong Memarong, PT Timah tak pernah absen untuk selalu memberikan dukungan.

“Semoga PT Timah makin sukses dan terus mendukung program pelestarian adat budaya masyarakat, tidak hanya di Mapur saja, tapi juga mendukung tradisi lainnya agar tradisi masyarakat Babel terus terjaga,” harapannya.

Ia menyampaikan, saat ini Kampung Adat Gebong Memarong kerap didatangi pelajar, wisatawan maupun masyarakat umum.

“Kampung Adat Mapor sebagai wisata edukasi bagi mahasiswa dan pelajar. Kita bekerja sama dengan universitas atau sekolah-sekolah yang ada di Bangka Belitung,” katanya.

Tahun 2025 ini saja, Harmoko menyebut , kurang lebih 2000 lebih kunjungan dari para pelajar generasi muda telah menyambangi wisata budaya tersebut.

“Kini, Gebong Memarong bukan hanya bangunan-bangunan adat yang berdiri kokoh, namun juga rumah harapan,” tutur Harmoko.

Besar harapan, budaya dan kemajuan bisa berjalan beriringan. Bahwa menjaga warisan bukan berarti menolak perubahan.

“Melainkan menghadirkan masa depan yang tetap berpijak pada akar yang kuat, menjaga keutuhan adat istiadat dan warisan leluhur,” tandasnya.

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL