
WARTAKEPRI.co.id, BANGKA TENGAH – Untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, PT Timah Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, kembali menyerahkan bantuan untuk kelompok nelayan di Kabupaten Bangka Tengah.
“Kali ini, PT Timah menyerahkan bantuan untuk nelayan yang tergabung dalam Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera, Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, untuk menambah peralatan tangkap nelayan yang dibutuhkan nelayan,” terang Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan, Jum’at, 12 September 2025.
“Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan tangkap kepiting dan perlengkapan lainnya seperti jaring, batu timah dan tali,” tambah Anggi.
Sementara itu, Ketua Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera, Laode Minarto (42) mengatakan, bantuan dari PT Timah akan dikelola secara kolektif oleh koperasi.
“Bantuan dari PT Timah Tbk sangat berarti, pasalnya anggota koperasi memiliki kendala dalam hal permodalan,” katanya.
Sehingga ia menilai, dengan adanya bantuan ini, dapat membantu para nelayan pesisir untuk memiliki peralatan tangkap.
“Anggota bisa mengambil peralatan terlebih dahulu, lalu membayarnya belakangan. Ini sangat meringankan karena banyak nelayan kekurangan modal tunai,” jelas Laode.
Saat ini, kata dia, terdapat 26 dari 35 orang anggota koperasi fokus mencari kepiting, udang dan ikan di pesisir, sedangkan 9 orang nelayan lainnya melaut lebih jauh dengan bubu.
“Dengan tersedianya alat tangkap yang lebih memadai tersebut, kami para nelayan berharap hasil tangkapan bisa meningkat,” ucap Laode.
Ia menceritakan, rata-rata nelayan Tanjung Gunung mendapatkan 9 hingga 10 kilogram kepiting per harinya.
“Dengan harga Rp 65.000 per kilogram, penghasilan kotor mencapai Rp 650 ribu. Namun, biaya operasional melaut 2 hingga 3 hari bisa menghabiskan Rp 400 hingga 500 ribu, sehingga pendapatan bersih hanya tersisa sekitar Rp 200 ribu,” beber Laode.
Pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Timah, yang telah membantu para nelayan.
“Penghasilan ini tentu sangat pas-pasan. Dengan adanya alat tangkap yang dikelola koperasi, kami berharap beban nelayan bisa berkurang. Kedepannya kami juga berharap agar PT Timah dapat terus mendampingi untuk menambah alat tangkap seperti mesin tempel,” ujarnya.
Sementara itu, penyuluh perikanan yang mendampingi nelayan Tanjung Gunung sejak 2018, Widi menuturkan, bantuan PT Timah sangat krusial bagi pengembangan koperasi.
“Bantuan ini akan menjadi tambahan modal, khususnya untuk alat tangkap. Koperasi yang seluruh anggotanya nelayan penuh juga memiliki toko serba ada untuk kebutuhan BBM, alat tangkap hingga ransum. Bantuan ini semakin memperkuat peran koperasi sebagai pusat logistik nelayan,” paparnya.
Selain kebutuhan modal, kata Widi, para nelayan juga membutuhkan adanya perbaikan alur muara yang kerap dangkal sehingga menyulitkan kapal masuk keluar saat air surut.
“Dua tahun lalu PT Timah pernah membantu pengerukan alur dan dampaknya sangat besar, bukan hanya untuk nelayan Tanjung Gunung, tapi juga desa tetangga seperti Air Mesuk dan Bukit Kijang,” ungkap Widi.
Dirinya mengapresiai peran PT Timah yang terus mendukung nelayan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kami sangat menghargai kepedulian PT Timah, bantuan ini bukti nyata perusahaan mendukung komunitas nelayan. Kedepannya kami berharap agar dapat terus bersinergi, tidak hanya sebatas modal, tapi juga dukungan infrastruktur yang sangat dibutuhkan,” tandasnya.(Aman)





























