Home Berita Utama Dari Anarki Jadi Steril: Strategi TNI AL dan Pelni “Menaklukkan” Terminal Ambon...

Dari Anarki Jadi Steril: Strategi TNI AL dan Pelni “Menaklukkan” Terminal Ambon dan Priok

Aktifitas Pelabuhan Pelni
Aktifitas Pelabuhan Pelni
Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.CO.ID – PT. PELNI (Persero) dan TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat komitmen untuk menciptakan ekosistem transportasi laut yang aman, tertib, dan nyaman setara dengan bandara. Implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang komprehensif antara kedua institusi kini menunjukkan hasil nyata dan replikatif, berawal dari kesuksesan di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, dan kini meluas ke Terminal Penumpang Ambon, yang dipimpin langsung oleh Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo.

Kerja sama strategis ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia berlandaskan pada kerangka hukum yang kokoh, termasuk, Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, Undang-Undang No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan serta UU Pelayaran, Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan TNI.

PKS terbaru memperluas ruang lingkupnya dengan menempatkan personel TNI AL, yang disebut Liaison Officer (LO), tidak hanya di kantor cabang PT. PELNI di wilayah strategis seperti Ambon, Makassar, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak, tetapi juga di Kantor Pusat PT. PELNI. Tugas utama mereka adalah mencegah tindakan anarkis, ilegal, dan kriminal yang dapat mengganggu operasional kapal dan pelabuhan.

Inisiatif ini selaras dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.(Opsla)., yang menekankan komitmen TNI AL untuk mendukung keamanan maritim nasional melalui penguatan koordinasi antara sektor pertahanan dan sektor pelayaran.

Sebelum ditugaskan di Ambon, Kolonel Ivong W. Wibowo adalah LO PT. PELNI Cabang Jakarta yang berhasil mentransformasi Terminal Penumpang Tanjung Priok. Terminal yang sebelumnya ramai oleh orang-orang tidak berkepentingan, berhasil dibenahi menjadi area yang steril, tertib, aman, dan kondusif.

“Keberhasilan di Tanjung Priok adalah bukti konsep. Sinergi BUMN-TNI terbukti mampu menciptakan lingkungan pelabuhan yang berstandar tinggi, memberikan pengalaman berlayar yang nyaman dan aman bagi penumpang, layaknya naik pesawat terbang,” papar seorang sumber internal yang terlibat dalam operasi.

General Manager PT Pelni Cabang Ambon, Martin Hariyanto, menegaskan larangan bagi pedagang asongan berjualan di atas kapal Pelni bukanlah aturan baru, melainkan sudah diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku. Aturan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang selama perjalanan laut.

Menurut Martin, dasar hukum larangan itu dapat ditelusuri hingga Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 yang menekankan pentingnya aspek keselamatan, kenyamanan, serta standar pelayanan internasional. “Ini mirip dengan bandara. Seperti halnya penumpang tidak bisa berdagang di dalam pesawat, begitu pula di kapal laut. Semuanya ada SOP dan regulasinya,” jelasnya di Ambon.

Replikasi Keberhasilan: Menaklukkan Tantangan di Ambon

Berdasarkan kesuksesan tersebut, Kolonel Ivong kemudian mendapat amanah untuk mengulangi prestasinya di PT. PELNI Cabang Ambon. Tantangan di Ambon tidaklah kecil, menghadapi perlawanan awal dari pedagang asongan, buruh, dan oknum tertentu.

“Pendekatan yang dilakukan tim LO di Ambon kombinasi antara ketegasan dan komunikasi. Alhamdulillah, resistensi berhasil diatasi. Kini Terminal Penumpang Ambon sudah menunjukkan wajah baru: tertib, rapi, aman, dan kondusif. Perubahan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh penumpang dan operator,” ungkap seorang stakeholder di Pelabuhan Ambon.

Kolonel Ivong Wibowo: Bekerja Senyap di Garda Depan Perubahan

Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo dikenal sebagai perwira yang profesional dan rendah hati. Di balik kesuksesan penertiban ini, ia bekerja dalam senyap, fokus pada pembenahan sistem dan tata kelola. Perannya sebagai LO tidak sekadar pengamanan fisik, tetapi juga membangun fondasi tata kelola terminal yang berstandar internasional (ISPS CODE), memastikan setiap penumpang merasa dilindungi dan dihargai.

Keberhasilan replikasi program dari Jakarta ke Ambon menjadi preseden yang sangat positif bagi pelabuhan-pelabuhan penumpang lainnya di Indonesia. Sinergi PT. PELNI dan TNI AL ini membuktikan bahwa menciptakan terminal laut yang “steril” dan berintegritas adalah hal yang sangat mungkin dan dapat diwujudkan di berbagai wilayah.

Dengan dukungan regulasi yang kuat, komitmen pimpinan TNI AL, dan dedikasi personel di lapangan seperti Kolonel Ivong, masa depan transportasi laut Indonesia yang setara dengan moda transportasi modern lainnya semakin cerah. Langkah strategis ini tidak hanya tentang ketertiban, tetapi juga upaya meningkatkan daya saing logistik dan pariwisata nasional melalui transportasi laut yang andal.

(Rky)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL