Wajah Baru Karimun 2026, Filosofi di Balik Logo “Melaju dalam Harmoni”

Di tengah kemeriahan malam pergantian tahun di Coastal Area, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun meluncurkan logo branding daerah dengan tema besar, "Melaju dalam Harmoni”. Bukan sekadar gambar, logo yang tampak minimalis ini ternyata menyimpan filosofi mendalam tentang arah masa depan Bumi Berazam.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Menyambut fajar tahun 2026, Kabupaten Karimun resmi memperkenalkan identitas visual baru.

Di tengah kemeriahan malam pergantian tahun di Coastal Area, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun meluncurkan logo branding daerah dengan tema besar, “Melaju dalam Harmoni”.

Bukan sekadar gambar, logo yang tampak minimalis ini ternyata menyimpan filosofi mendalam tentang arah masa depan Bumi Berazam.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, memaparkan, bahwa setiap garis dan warna dalam logo tersebut adalah cerminan jati diri dan ambisi masyarakat Karimun.

“Makna logo, dari akar budaya hingga daya saing global,” ujarnya, Kamis, 1 Januari 2026.

Iskandarsyah menjelaskan secara rinci elemen-elemen yang membentuk identitas baru tersebut.

Di mana titik pusat (kesatuan), melambangkan kesatuan langkah dan tujuan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

“Sedangkan 4 garis ke dalam (Akar Tradisi), menunjukkan semangat gotong royong dan budaya lokal yang menjadi fondasi kuat bagi masyarakat,” paparnya.

Untuk 4 Garis ke luar (Keterbukaan), kata Bupati merupakan simbol bahwa Karimun siap membuka diri terhadap peluang baru serta berani bersaing di kancah regional maupun internasional.

“Angka 4 dan penjuru, merupakan seluruh garis yang berjumlah empat mewakili 4 Azam Kabupaten Karimun, yaitu Iman dan Takwa, Ekonomi Berdimensi Kerakyatan, Sumber Daya Manusia (SDM), Pengembangan Seni dan Budaya.

Forkopimda Kabupaten Karimun saat meluncurkan logo branding daerah dengan tema besar, “Melaju dalam Harmoni”, di Panggung Putri Kemuning Coastal Area, Tanjungbalai Karimun.(Foto: Istimewa)

Sentuhan Melayu dalam tipografi dan warna

Visualisasi logo ini tidak meninggalkan aspek historis. Menurut Bupati, bentuk tulisan atau tipografinya terinspirasi dari Aksara Arab Melayu, sebuah penghormatan terhadap sejarah, adat dan budaya yang melekat erat di Karimun.

“Pemilihan warna pun memiliki pesan psikologis tersendiri. Warna hijau melambangkan harmoni dan keseimbangan alam serta kehidupan sosial,” beber Bupati.

Sedangkan untuk warna kuning, merupakan warna kebesaran suku Melayu yang melambangkan kejayaan dan martabat.

“Warna jingga mewakili energi, semangat dan kemajuan masyarakat,” pungkasnya.

“Dengan slogan “Melaju dalam Harmoni”, kami berharap masyarakat terus kompak dan bekerja sama. Kita ingin mewujudkan Kabupaten Karimun yang jauh lebih baik, lebih maju, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kita,” tambah Bupati.

Iskandarsyah menambahkan, perubahan branding ini menandakan kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan transformasi besar di tahun 2026.

“Bagi warga dan pelaku usaha, ini merupakan sinyal positif akan adanya keterbukaan investasi dan pengembangan potensi daerah yang lebih modern namun tetap ramah budaya,” tandasnya.

Penulis: Junizar

Editor: Azis Maulana

HUT WARTAKEPRI

HUT WARTAKEPRI

PERTAMINA

PWI KEPRI

HUT WARTAKEPRI

PELINDO KARIMUN

PASAMAN I

RUKO BATAM Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025