JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyita uang tunai bernilai miliaran rupiah dan logam mulia sekitar tiga kilogram emas dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
“Untuk uang, senilai miliaran rupiah. Kemudian logam mulia itu ada sekitar tiga kilogram emas,” ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Barang bukti tersebut diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal.
Saat ini, Rizal menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat setelah dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026.
Pernah Tugas di Batam
Lalu siapakan sosok Rizal ini. Dari penelusuran berita di WartaKepri.co.id, nama Rizal pernah menjabat sebagai Kepala KPU Bea Cukai Tipe B Batam tahun November 2023. Rizal menggantikan pejabat Ambang Priyonggo.
Diberitakan sosok Rizal sebelumnya menjabat Kakanwil DJBC Khusus Papua. Waktu itu, Ambang Priyonggo memberikan harapan dan doa terbaiknya untuk Kantor Bea Cukai Batam yang akan dipegang Rizal.
Dan, setelah menjabat hamapir satu tahun, Rizal dipromosikan ke Jakarta pada September 2024. Rizal menjadi Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC. Semoga Bapak sukses selalu. Rizal diganti Zaky Firmansyah sebagai Kepala Bea Cukai Batam pada September 2024.
OTT Kelima KPK di Tahun 2026
KPK sebelumnya mengonfirmasi bahwa OTT ini dilakukan di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu pada Senin (4/2/2026). Operasi ini menjadi OTT kelima yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, sekaligus yang ketiga di lingkungan Kementerian Keuangan.
KPK membuka tahun 2026 dengan OTT pada 9–10 Januari yang menjaring delapan orang dalam kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara. Dari operasi itu, KPK menetapkan lima tersangka, termasuk Kepala KPP Madya Jakut Dwi Budi (DWB) dan konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD).
Tak lama berselang, pada 4 Februari 2026, KPK kembali melakukan OTT terhadap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono, terkait dugaan suap dalam proses restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) sektor perkebunan.
Dengan penangkapan terbaru di lingkungan Bea Cukai, KPK menegaskan komitmennya untuk terus menindak praktik korupsi di instansi strategis, termasuk sektor keuangan negara. (*)
Sumber : AntaraNews/Dokumen
Editor : Dedy Suwadha
Peran Aktif Bea Cukai Batam dalam Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau pada Kuartal 1 Tahun 2024


























