
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menilai stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Kepulauan Riau tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif, sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang semakin solid.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada tahun 2025 mencatatkan performa impresif sebesar 6,94% (c-to-c) berdasarkan data BPS Provinsi Kepulauan Riau. Raihan ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11% (c-to-c).
Sejalan dengan dinamika positif makroekonomi tersebut, Industri Jasa Keuangan (IJK) di Kepulauan Riau terus menunjukkan tren ekspansif. Sektor perbankan, pasar modal, maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) mencatatkan indikator kinerja yang stabil dengan profil risiko yang terjaga.
OJK berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pengawasan dan mendorong literasi serta inklusi keuangan guna memastikan sektor jasa keuangan tetap menjadi pilar pendukung utama dalam mengakselerasi potensi ekonomi di seluruh pelosok Provinsi Kepulauan Riau.
“Capaian impresif ini tercermin dari kinerja intermediasi perbankan di Kepulauan Riau. Pertumbuhan penyaluran kredit oleh Bank Umum (Konvensional dan Syariah) di wilayah ini berhasil menempati peringkat kedua secara nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera sepanjang tahun 2025,” kata Sinar Danandjaya dalam acara Buka Bersama dan Media Gathering OJK Kepri, Selasa 3 Maret 2026.
Sinar Danandjaya juga menjelaskan industri perbankan di Kepri tumbuh pesat. Tercatat per Desember 2025, total aset perbankan (konvensional dan syariah) di Kepri mencapai Rp181,74 triliun, naik 13,74 persen. Kredit yang disalurkan melonjak 25,85 persen menjadi Rp99,55 triliun, jauh di atas rata-rata nasional. Sedangkan Rasio kredit bermasalah (NPL) juga turun ke 2,34 persen, menandakan kualitas pembiayaan yang semakin baik.
Untuk industri BPR dan BPRS turut menunjukkan tren positif. Asetnya tumbuh 17,07 persen menjadi Rp13,88 triliun, sementara kredit naik 14,67 persen dan DPK meningkat 14,10 persen. Rasio kredit bermasalah pun menurun ke 5,12 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional 12,44 persen.
Pasar Modal dan Keuangan Non-Bank Menguat
Aktivitas pasar modal di Kepri meningkat tajam dengan nilai transaksi saham mencapai Rp7,39 triliun, naik lebih dari 255 persen. Sektor pergadaian juga tumbuh positif, dengan total aset Rp312,18 miliar, sementara sektor asuransi dan perusahaan pembiayaan menunjukkan kinerja yang sehat dan berdaya saing.
Sepanjang 2025, OJK Kepri menggelar 87 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 145 ribu peserta. Melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK menggandeng pelaku industri keuangan dan pemerintah daerah untuk memperluas akses layanan keuangan.
Aduan Pinjol Ilegal
OJK Kepri juga memproses 817 pengaduan konsumen, sebagian besar dari sektor fintech, sebagai wujud komitmen perlindungan masyarakat. Khusus untuk jumlah aduan Pinjaman Online di Kepri tahun cukup rendah di Indonesia.
” Sepertinya, kasus aduan pinjamanan online pinjol di Kepri rendah, sekitar 280 laporan. Banyak aduan bertanya bagaimana menyelesaikan utang pinjol dan cara mencegah gangguan dari pinjol ilegal,” terang Sinar.
Ditambahkan juga, Sinar Danandjaya menjelaskan untuk masyarakat sekarang sudah ada layanan atau kanal Pengaduan Penipuan Transaksi Keuangaan atau Indonesia Anti Scam Center (IASC). Bagi masyarakat yang ingin mengadukan menjadi korban dari penipuan dapat membuagt laporan secara online dengan klik https://iasc.ojk.go.id/
” Masukan data KTP atau SIM, bukti pernah mengirim transaksi perbankannya dan jelaskan kronologinya. Makin cepat dilaporkann makin bagus, karena OJK bisa melacak kemana uang tranferannya dikirim, dan kita bisa langsung men blok rekening yang mencurigakan tersebut,” kata Sinar.
@wartakepri Berita TikTok – Buka Bersama Media, OJK Kepri Paparkan Kinerja Jasa Keuangan 2025 dan Kenalkan Layanan Indonesia Anti-Scam Centre #BankIndonesia #OJK #Pinjol #media #wartakepritv #BeritaViral #BIKepri #Batam #BeritaTerkini ♬ original sound – WARTAKEPRI TV
GERAK Syariah 2026 dan Momentum Ramadan
Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan, OJK menginisiasi kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK SYARIAH) 2026. Mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, program ini bertujuan memperluas cakupan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (LIKS) melalui kolaborasi masif bersama PUJK Syariah, asosiasi, kementerian/lembaga, serta tokoh penggerak ekonomi syariah.
Khusus di wilayah Kepulauan Riau, OJK menempuh langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem syariah melalui serangkaian aliansi sebagai berikut:
• Optimalisasi Akses Pembiayaan (Business Matching): Bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan mitra PUJK Syariah, OJK menyelenggarakan Business Matching di One Batam Mall (3 Maret 2026) dan Gedung Dekranasda Tanjungpinang (7 Maret 2026) guna mendekatkan akses permodalan bagi pelaku usaha.
• Kehadiran Layanan Mobile (SiMOLEK): OJK turut menyukseskan KEPRI RAMADAN FAIR (KURMA) di Kota Batam dan Tanjungpinang (2-9 Maret 2026). Dalam perhelatan ini, OJK menghadirkan armada SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan) untuk memberikan layanan edukasi dan konsultasi keuangan langsung di tengah masyarakat.
• Edukasi Syariah Terintegrasi: Melaksanakan rangkaian kegiatan LIKS yang mencakup sektor perbankan, pasar modal, hingga pergadaian syariah secara serentak di empat wilayah kunci: Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.
Komitmen dan Strategi Ke Depan
Momentum pertumbuhan ekonomi yang resilien di tahun 2025 serta keberkahan Bulan Suci Ramadan menjadi katalisator penting bagi penguatan fondasi ekonomi regional. Kinerja sektor jasa keuangan yang solid merupakan pilar utama dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.
OJK Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal industri jasa keuangan agar senantiasa:
1. Memprioritaskan Penyaluran Pembiayaan ke sektor-sektor strategis daerah dan penguatan kapasitas UMKM.
2. Memperluas Jangkauan Layanan Perbankan, baik konvensional maupun syariah, guna memastikan terwujudnya masyarakat yang well-literate dan financially inclusive.
3. Memperkokoh Perlindungan Konsumen sebagai instrumen utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap stabilitas sistem keuangan.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, OJK optimis bahwa industri jasa keuangan di Kepulauan Riau akan terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maju, makmur dan merata.
Editor : Dedy Suwadha
































