
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id, Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, isu penimbunan BBM jenis Pertalite mulai mencuat di Kabupaten Karimun.
Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, salah satunya di SPBU Poros yang terlihat dipadati kendaraan roda empat hingga malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan mobil mengular cukup panjang untuk mendapatkan BBM. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, meskipun pihak pengelola SPBU memastikan distribusi BBM masih dalam kondisi aman.
Salah seorang pengendara mobil yang ikut mengantre, Agus mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir pasokan terganggu.
“Karena ada isu perang di Iran, kami takut pasokan minyak terganggu dan harganya naik. Apalagi ini sudah mendekati Lebaran,” ujar Agus, Sabtu (8/3/2026).
Sementara itu, Direktur PT Ology Karimun Bumi Sukses yang mengelola SPBU Poros, Muhammad Nasrullah, menegaskan, pasokan Pertalite ke SPBU mereka hingga saat ini masih berjalan normal.
“Distribusi BBM ke kami masih aman dan lancar. Stok yang masuk cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bermotor di Kabupaten Karimun,” jelas Nasrullah.
Meski demikian, Nasrullah mengaku heran dengan lonjakan antrean kendaraan roda empat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Yang membuat kami heran, kenapa kendaraan sampai antre panjang bahkan hingga malam hari. Padahal pasokan yang masuk ke SPBU kami tidak ada kendala,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa pembelian BBM secara berlebihan dapat memicu kelangkaan jika tidak dikendalikan.
“Perhitungan kuota BBM yang kami terima sebenarnya cukup untuk kebutuhan sekitar lima hari atau lebih. Namun jika dibeli berlebihan, tentu stok bisa cepat habis dan berpotensi menimbulkan kelangkaan,” ujarnya.
Nasrullah juga menjelaskan, kuota BBM di setiap daerah telah ditetapkan oleh Pertamina berdasarkan jumlah kendaraan dan kebutuhan konsumsi masyarakat, serta mempertimbangkan waktu distribusi.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pemilik SPBU Coastal Area, Muhammad Nurhidayat. Ia berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Pasokan BBM sampai saat ini masih tercukupi,” tuturnya.
“Belilah sesuai kebutuhan agar semua kendaraan, termasuk roda dua, tetap bisa mendapatkan BBM,” tambah Nurhidayat.
Lonjakan antrean BBM menjelang Lebaran ini pun menjadi perhatian masyarakat Karimun.
Banyak warga berharap tidak ada penimbunan maupun pembelian berlebihan yang justru bisa memicu kelangkaan di kemudian hari.
Penulis: Junizar
Editor: Azis
































