Home Berita Utama PM Malaysia Anwar Ibrahim Tertekan Usai Gelombang Pembelotan Guncang Partainya

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tertekan Usai Gelombang Pembelotan Guncang Partainya

Anwar Ibrahim
PM Malaysia Anwar Ibrahim. Foto Liputan6

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menghadapi tekanan politik yang semakin besar setelah gelombang pembelotan dari partainya ke partai baru yang dipimpin mantan sekutunya mulai menguat menjelang kemungkinan pemilu lebih awal.

Sejumlah analis dan anggota parlemen menilai situasi tersebut menjadi tantangan serius bagi Anwar, yang sejak berkuasa pada 2022 berupaya memulihkan stabilitas politik Malaysia setelah bertahun-tahun dilanda pergolakan pemerintahan.

Tekanan terhadap Anwar meningkat setelah mantan Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan mengambil alih kepemimpinan Partai Malaysia Bersatu atau Bersama.

Partai baru tersebut mengklaim telah menerima lebih dari 18.000 permohonan keanggotaan, dengan sekitar sepertiganya berasal dari mantan anggota PKR, partai yang dipimpin Anwar.

Meski sebagian besar anggota yang hengkang bukan anggota parlemen karena aturan anti-lompat partai di Malaysia, gelombang perpindahan kader dinilai menunjukkan adanya retakan internal yang semakin dalam di tubuh partai pemerintah.

BACA JUGA Huzrin Hood Murka, Perlakuan Kasar Imigrasi Kukup Malaysia Picu Kecaman Masyarakat Kepri

Anwar yang selama lebih dari dua dekade dikenal sebagai tokoh oposisi antikorupsi kini menghadapi kritik terkait lambatnya pelaksanaan reformasi kelembagaan serta sejumlah kontroversi yang dianggap mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintahannya.

Sejumlah pengamat politik menilai konflik internal tersebut dapat memengaruhi peluang koalisi pemerintahan untuk mempertahankan kekuasaan pada pemilu mendatang. Bahkan, muncul spekulasi bahwa pemilihan umum dapat digelar lebih cepat dari jadwal normal yang seharusnya berlangsung pada 2028.

Di tengah situasi itu, Anwar masih mempertahankan mayoritas dukungan di parlemen. Namun, meningkatnya ketidakpuasan di dalam koalisi pemerintah dan munculnya kekuatan politik baru dinilai berpotensi mengubah peta politik Malaysia dalam beberapa tahun ke depan.

Partai Bersama yang dipimpin Rafizi disebut mulai menarik perhatian pemilih muda dan kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan politik. Jika tren pembelotan terus berlanjut, posisi Anwar dan PKR diperkirakan akan menghadapi ujian yang semakin berat menjelang pemilu berikutnya.(*)

Sumber: Reuters

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL   Grand Mercure Batam