
WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas meminta PT PLN (Persero) mempercepat penanganan gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman bergilir di wilayah Tarempa dan sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Sekda Anambas Sahtiar, S.H., M.M., saat memimpin Rapat Koordinasi Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Anambas di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Rabu (26/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Kepala PT PLN (Persero) ULP Anambas, Fachri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik. Ia menjelaskan, gangguan terjadi akibat kegagalan pada sistem elektrikal mesin pembangkit.
Saat ini, PLN Tarempa memiliki lima unit mesin generator. Namun, terdapat gangguan teknis pada sistem elektrikal sehingga sejumlah mesin tidak dapat dioperasikan secara optimal. Apabila mesin dipaksakan beroperasi dalam kondisi tersebut, dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
Fachri menjelaskan, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan satu unit mesin pembangkit sebagai cadangan dalam jangka menengah. Mesin berkapasitas sekitar 700 kilowatt (KW) tersebut saat ini berada di Natuna dan masih dalam proses running contract, yang diperkirakan selesai pada minggu kedua Oktober 2026.
PLN membutuhkan dukungan Pemkab Anambas untuk mendorong percepatan proses pengadaan sekaligus mendatangkan mesin tersebut ke Anambas.
Pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan sistem dan keterbatasan daya pembangkit. Sementara itu, kebutuhan listrik pada beban puncak di Pulau Siantan mencapai sekitar 3,3 megawatt (MW).
Dengan tambahan mesin berkapasitas sekitar 700 KW, PLN memperkirakan kondisi pasokan listrik akan memiliki surplus daya sekitar 1,3 MW hingga 1,5 MW yang dapat dimanfaatkan sebagai daya cadangan.
Untuk jangka panjang, PLN juga menyampaikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3 MW di Anambas yang diperkirakan direalisasikan sekitar 2029.
Selain itu, terdapat alternatif pembangunan pembangkit listrik melalui kerja sama dengan investor yang selanjutnya dapat menjalin kerja sama dengan PLN.
Menanggapi pemaparan tersebut, Sahtiar menegaskan Pemkab Anambas perlu mendapatkan penjelasan yang jelas dan menyeluruh mengenai penyebab gangguan kelistrikan dan pemadaman yang terjadi.
Menurutnya, persoalan kelistrikan harus segera dicarikan solusi bersama agar kondisi di tengah masyarakat tetap aman dan kondusif.
“Apabila terdapat kendala di lingkungan PLN yang membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, agar segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah,” tegas Sahtiar.
Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai waktu pemulihan layanan listrik agar dapat kembali normal. Terlebih, persoalan pemadaman listrik, khususnya di wilayah Tarempa, telah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan langkah penyelesaian yang konkret dan cepat.
Sahtiar juga menjelaskan bahwa pemadaman yang dilakukan PLN bukan merupakan tindakan yang disengaja, melainkan akibat kondisi mesin pembangkit yang tidak memungkinkan untuk dioperasikan secara bersamaan.
Pemkab Anambas, lanjutnya, siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses mendatangkan mesin pembangkit dari Natuna.
Di sisi lain, PLN diharapkan menyampaikan informasi secara jelas, terbuka, dan berkala kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan gangguan kelistrikan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus meredam keresahan dan ketidakpuasan akibat pemadaman yang masih berlangsung. (*)
Editor Dedy Suwadha





























