Home Berita Utama Otoritas Nepal Laporkan 359 Tewas, 900 Hilang dan 33 Wisatawan asal Inggris

Otoritas Nepal Laporkan 359 Tewas, 900 Hilang dan 33 Wisatawan asal Inggris

Otoritas Nepal Laporkan 359 Tewas, 900 Hilang dan 33 Wisatawan asal Inggris
Otoritas Nepal Laporkan 359 Tewas, 900 Hilang dan 33 Wisatawan asal Inggris. Foto Getty Images
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, NEPAL – Otoritas Nepal di Kent, Inggris, menyampaikan pesan harapan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang dahsyat di wilayah perbatasan Nepal-Tibet.

Bencana tersebut menyebabkan sungai meluap dan membawa lumpur tebal ke kawasan permukiman. Rumah-rumah tertimbun, jembatan hanyut, sementara kondisi medan yang sulit menyulitkan proses pencarian dan penyelamatan korban.

Otoritas Nepal melaporkan sedikitnya 359 orang meninggal dunia dan lebih dari 900 orang masih dinyatakan hilang. Di antara korban yang belum ditemukan tersebut terdapat 33 wisatawan asal Inggris.

Presiden Nepal Centre for Disaster Management, Dr Bishal Nath Upreti, menggambarkan situasi di lokasi bencana sebagai kondisi yang sangat parah. Ia menyebut sejumlah desa bahkan telah “terhapus” akibat banjir dan menyamakan dahsyatnya bencana dengan “tsunami dari langit”.

Perwakilan komunitas Gurkha-Nepal di Kent sekaligus anggota Medway Council, Nina Gurung, mengatakan bencana tersebut sangat mengejutkan dan menyedihkan.

“Kami berusaha mendapatkan informasi terbaru dari keluarga dan teman-teman di Nepal untuk saling mendukung dan melihat apa yang bisa kami lakukan dari sini di Inggris,” ujar Nina Gurung kepada BBC Radio Kent.

Menurutnya, komunitas Nepal di Kent terus menunjukkan solidaritas kepada masyarakat di tanah air. Mereka juga menyampaikan pesan kepada para korban dan keluarga yang terdampak agar tetap kuat menghadapi bencana tersebut.

Nina Gurung mengatakan terputusnya jaringan komunikasi di sejumlah wilayah menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

“Kami mendengar laporan bahwa seluruh desa telah tersapu, termasuk infrastruktur seperti jaringan komunikasi. Saya pikir karena komunikasi terputus, hal itu menghambat upaya penyelamatan,” katanya.

Meski demikian, harapan masih muncul setelah sejumlah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari timbunan lumpur.

“Kami berdoa untuk semua orang yang kehilangan nyawa dan menyampaikan simpati serta belasungkawa kepada keluarga mereka. Kami juga berdoa agar mereka yang masih hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat, termasuk mereka yang berasal dari Inggris,” ujar Nina Gurung.

Banjir bandang tersebut terjadi setelah aliran sungai meluap dan menerjang wilayah berpenduduk. Arus deras membawa material lumpur yang menimbun rumah serta merusak berbagai infrastruktur.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan air bah menerjang lembah dengan deras. Warga terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung dalam situasi sulit, sementara keluarga korban masih menunggu kabar mengenai keberadaan kerabat mereka.(*)

Sumber: bbc.com

WhasApp

Google News WartaKepri