Home Internasional Korban Sementara Banjir Nepal di Perbatasan Tibet Tewas 98 Orang dan 384...

Korban Sementara Banjir Nepal di Perbatasan Tibet Tewas 98 Orang dan 384 Hilang

Banjir di Perbatasan Nepal China
Nepal Tourism Board mencatat sedikitnya 384 pelancong masuk dalam daftar sementara orang hilang
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, NEPAL – Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Bencana yang dipicu meluapnya Sungai Bhote Koshi tersebut menyebabkan sedikitnya 98 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Distrik Rasuwa, Nuwakot dan Dhading. Air bah menerjang permukiman, jalan, jembatan serta sejumlah proyek pembangkit listrik di kawasan Himalaya.

Salah satu dampak terbesar terjadi di Distrik Rasuwa yang berada dekat perbatasan Tibet. Nepal Tourism Board mencatat sedikitnya 384 pelancong masuk dalam daftar sementara orang hilang. Dari jumlah tersebut, 291 merupakan warga negara asing dan 93 warga Nepal.

Sebanyak 105 warga negara India tercatat dalam daftar warga asing yang hilang. Selain itu, terdapat 37 orang yang dikategorikan sebagai warga India yang tinggal di luar negeri atau non-resident Indians (NRI).

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan banjir tersebut diduga berkaitan dengan gempa bumi yang terjadi pada pagi hari. Gempa kemudian memicu longsor besar yang diduga membendung aliran sungai sebelum akhirnya air menerobos dan menyebabkan banjir bandang.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan 4,4 magnitudo terjadi di kawasan tersebut pada waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian yang disampaikan pemerintah Nepal.

Banjir kemudian bergerak mengikuti aliran sungai dari wilayah Xylong di Tibet menuju Rasuwa, Nuwakot dan Dhading. Sungai Bhote Koshi selanjutnya bergabung dengan Sungai Trishuli di wilayah Rasuwa.

Tim penyelamat Nepal masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Proses evakuasi dan pendataan korban juga menghadapi kendala karena sejumlah wilayah terdampak mengalami kerusakan infrastruktur dan gangguan akses.

Pemerintah Nepal meningkatkan upaya penyelamatan dan pemantauan di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai. Data korban masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring berlangsungnya pencarian serta proses identifikasi korban. (*)

Sulih dari indianexpress.com

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026