
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kemegahan Opening Ceremony Karimun Taja Tari 2026 yang digelar di Coastal Area Tanjungbalai Karimun, tidak lepas dari kerja kolaboratif para pekerja seni, mulai dari tim kreatif, koreografer, penari, musisi, hingga komunitas seni di Kabupaten Karimun.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Karimun Taja Tari tidak hanya menjadi pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang pertemuan bagi seniman, sanggar, pelajar, komunitas, serta berbagai elemen kreatif untuk berkarya dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu.
Dalam pagelaran tahun ini, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Ahadian Zulseptriadi dipercaya sebagai Event Producer, Artistic Director sekaligus Lead Choreographer.
Ahadian dikenal sebagai seniman dan profesional kreatif yang telah menangani berbagai produksi seni dan event di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Ia juga memiliki pengalaman selama lima tahun berkarya di stasiun televisi nasional Indosiar dan SCTV serta aktif bersama Batavia Dance Studio. Ahadian merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Dalam proses kreatif Karimun Taja Tari 2026, Ahadian didukung sejumlah pekerja seni yang telah berpengalaman dalam berbagai produksi.
Ahadian menyebut, posisi Stage Manager dan Co-Choreographer dipercayakan kepada Restu Dharmika Putra.
“Sementara tim Assistant Choreographers terdiri dari Maya Indah Sari, Fenni Rahayu, Sukma Rahayu Putri, Dian Oktazana, Dwi Dian Saputri, dan Novianggi,” terang Ahadian, Sabtu (29/8/2026).
Dia berujar, untuk memastikan seluruh rangkaian pertunjukan berjalan sesuai konsep, rundown, dan show flow, bagian Assistant Stage Managers dan Show Callers melibatkan Muhammad Tri Ananta, Fenni Rahayu, Iqmam Ilzani Putra, Taufik Hidayat, Rizki Desi Wulansari, Mohd Aldy Alfahreza, Rahmat Hidayat, Raja Zulfriansyah, dan Alimin.
“Dari sisi musik, Karimun Taja Tari 2026 menggandeng AF13 Studio melalui konsep Human–AI Collaborative Music Production,” sebut Ahadian.
Konsep tersebut kata Ahadian, memadukan kreativitas manusia dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses produksi dan pengembangan musik pertunjukan.
“Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu bentuk adaptasi dunia seni terhadap perkembangan zaman, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.
“Sementara kebutuhan wardrobe, makeup, dan properties ditangani oleh Maya Indah Sari, S.Pd.SD, Fenni Rahayu, Yuliana, dan Iqmam Ilzani Putra, S.Sn,” tambah Ahadian.
Selanjutnya, pada bagian publikasi dan komunikasi kreatif, tim Media & Creative diperkuat oleh M. Doni Suryadi, S.Pd., bersama Assistant Media & Creative, Rafael Chandra Kurnia.
Kekuatan Karimun Taja Tari 2026 juga terlihat dari keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas seni. Di antaranya Sanggar Baswara dan PLS. Pelangi Budaya Studio.
“Komposisi dance ensemble melibatkan Sanggar Baswara, PLS. Pelangi Budaya Studio, sejumlah sanggar seni kolaborator, serta siswa-siswi dari Kabupaten Karimun,” paparnya.
Keterlibatan pelajar tersebut menurutnya, menjadi bagian penting karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, tampil, sekaligus mengenal dan mengembangkan seni budaya daerah secara langsung.
“Karimun Taja Tari juga menghadirkan kolaborasi lintas negara. Pada malam puncak, masyarakat disuguhkan penampilan artis dan seniman budaya dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” katanya.
Kehadiran seniman dari tiga negara serumpun tersebut memperkuat posisi Karimun sebagai wilayah yang memiliki kedekatan historis dan budaya dengan kawasan Melayu serta berpotensi menjadi ruang pertemuan seni dan budaya regional.
Selain itu, pertunjukan turut menghadirkan special collaboration bersama Al Hafiz. Penampilan vokal juga didukung Aurel Laurenza dan Choir Ensemble SMA Negeri 1 Karimun.
“Perjalanan Karimun Taja Tari tidak terlepas dari peran Mekar Indriani dan Restu Dharmika Putra yang menjadi bagian dari pencetus dan penggerak awal kegiatan tersebut sejak 2025,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, gagasan itu kemudian berkembang menjadi sebuah ruang ekspresi seni dan budaya yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat kreatif di Karimun.
Dengan melibatkan seniman, sanggar, pelajar, komunitas, dan pemerintah, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan tahunan,” kata Ahadian.
“Karimun Taja Tari dapat menjadi wadah pembinaan talenta, pengembangan kreativitas, pelestarian budaya Melayu, sekaligus membuka peluang bagi pekerja seni lokal untuk mendapatkan pengalaman dan jejaring yang lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah mengapresiasi kolaborasi para pekerja seni dalam pelaksanaan Karimun Taja Tari 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun, kami sangat menyambut baik acara Karimun Taja Tari ini. Ini merupakan yang kedua dan alhamdulillah menjadi bagian kita menjaga budaya kita, melestarikan budaya kita,” ungkapnya.
Menurut Iskandarsyah, pelestarian kebudayaan Melayu merupakan bagian dari pembangunan Kabupaten Karimun.
“Sesuai dengan visi Kabupaten Karimun mewujudkan Karimun yang maju, sejahtera dan berbudaya. Jadi budaya ini termasuk yang harus kita bangun di Kabupaten Karimun yang kita cintai,” tuturnya.
Ia berharap, ruang pertunjukan seni dan budaya di Karimun semakin diperkuat sehingga generasi muda tidak hanya memiliki kesempatan untuk menampilkan bakat, tetapi juga memperoleh pengalaman dan akses menuju panggung yang lebih luas.
“Mudah-mudahan ke depan kita akan perkuat lagi panggung-panggung buat adik-adik kita, anak-anak kita untuk tampil. Mudah-mudahan bukan hanya di tingkat daerah atau regional, kita dorong juga di tingkat nasional maupun internasional,” imbuh Iskandarsyah.
Karimun Taja Tari 2026 kata Iskandarsyah, menunjukkan bahwa, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga dengan memberi ruang bagi generasi baru untuk mengolah, menampilkan, dan memperkenalkan budaya tersebut melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif.
“Dengan keterlibatan pekerja seni lokal, pelajar, komunitas, serta seniman dari negara serumpun, Karimun memiliki peluang untuk menjadikan seni budaya bukan sekadar tontonan, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia, identitas daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























