
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kembali hidupkan salah satu tradisi budaye melayu dalam menjemput tamu undangan yakni Sorong Tepak.
Di ketahui, sorong tepak merupakan tradisi masyarakat melayu dalam memuliakan tamu undangan dengan cara mendatangi dan menjemput langsung tamu tersebut untuk menghadiri acara yang akan di gelar.
Selaku Hulubalang LAM Kabupaten Karimun dan pelestari adat melayu, Erwin menjelaskan, prosesi penjemputan melalui tradisi sorong tepak ini di awali dengan bertamu ke kediaman/kantor tempat tamu undangan tersebut berada.
”Kita datang bertamu ke kediaman/atau lokasi tempat tamu yang ingin di undang tersebut berada dengan membawa tepak yang berisi daun sirih. Dalam adat istiadat melayu, menerima dan mencicipi sirih merupakan simbol kesepakatan dan bentuk penghargaan kepada yang membawa hajat,” ungkapnya, Jum’at (23/10/26).
Erwin melanjutkan, saat datang bertamu dengan membawa tepak sirih, salah satu yang juga menjadi tradisi melayu dalam berkomunikasi yakni dengan berbalas pantun.
”Berbalas pantun ini juga merupakan tradisi masyarakat melayu saat sedang berkomunikasi, dalam prosesi sorong tepak ini, pantun di gunakan sebagai komunikasi awal kita dalan menyampaikan hajat dan tujuan datang bertamu, kemudian pantun tersebut di balas oleh orang yang kita kunjungi guna menanggapi maksud dan tujuan kita,” jelasnya.
Saat ini, tradisi Sorong Tepak saat menjemput tamu undangan sudah jarang terlihat terutama di Kabupaten Karimun.
”Seiring berkembangnya zaman, tradisi sorong tepak dalam menjemput tamu undangan sudah di gantikan dengan undangan berbentuk kertas yang di hantarkan ke tamu yang hendak di undang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua LAM Karimun Muhammad Firmansyah menuturkan, peringatan Hari Jadi LAM Karimun ke 26 tahun merupakan momentum yang tepat untuk menghidupkan kembali traidis, adat dan budaya melayu yang mulai tergerus oleh zaman.
”Melalui penjemputan tamu dalam rangka peringatan Hari Jadi LAM Karimun ke 26 tahun ini, kami bermaksud mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat kita bahwa inilah salah satu traidis melayu dalam menjemput tamu undangan,” sebut Firman.
LAM Karimun kembali melaksanakan prosesi sorong tepak dalam menjemput tamu undangan seperti Kapolres Karimun, Danlanal Karimun, Kepala Rutan Karimun, Kepala Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) serta Pimpinan Instansi yang berada di Kabupaten Karimun lainnya.
”Tradisi, adat dan budaya melayu ini harus terus kita lestarikan, jika tidak, tradisi, adat dan budaya melayu ini hanya akan tinggal namanya saja. Ini juga menjadi salah satu tugas kami dalam menjaga tradisi, adat dan budaya ini agar tidak hilang di makan zaman,” pungkas Firman.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























