Home Karimun Bupati Iskandarsyah Buka Suara, Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa

Bupati Iskandarsyah Buka Suara, Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa

Bupati Karimun Iskandarsyah menanggapi isu Pelabuhan Karimun, yang selama ini menjadi jantung ekonomi di wilayah perbatasan dan jalur strategis Selat Malaka, dikabarkan masuk dalam radar ancaman sanksi Uni Eropa (UE).(Foto: Junizar)
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Jagat kemaritiman Kepulauan Riau mendadak memanas.

Pelabuhan Karimun, yang selama ini menjadi jantung ekonomi di wilayah perbatasan dan jalur strategis Selat Malaka, dikabarkan masuk dalam radar ancaman sanksi Uni Eropa (UE).

Isu ini mencuat seiring langkah UE yang semakin agresif memperketat pengawasan jalur perdagangan global.

WhasApp

Sorotan tertuju pada persoalan emisi pengiriman, pengelolaan limbah pelabuhan, hingga keterlacakan (traceability) barang yang masuk ke pasar internasional.

Tak hanya itu, sentimen geopolitik dan rantai pasok global juga disebut menjadi faktor pemicu.

Jika benar sanksi dijatuhkan, dampaknya tak main-main. Penanaman Modal Asing (PMA) berpotensi menahan investasi karena kekhawatiran terhadap risiko hukum dan tekanan regulasi internasional.

Menanggapi kabar yang beredar luas ini, Bupati Karimun Iskandarsyah akhirnya angkat bicara.

“Isu ini sudah kesekian kalinya, terutama pada Oil Terminal Karimun (OTK). Apakah ini persaingan bisnis atau bagaimana, kami masih mendalami dan berkoordinasi dengan BP Karimun dan juga Gubernur terkait isu ini,” tegas Iskandarsyah, Rabu (11/2/2026).

Bupati juga menyinggung bahwa isu serupa pernah mencuat sebelumnya, termasuk tudingan terkait asal komoditas minyak dari Rusia.

“Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Karena isu ini pun pernah mencuat,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2025 lalu memang terdapat aktivitas perdagangan oleh trader minyak. Namun, mekanisme tersebut merupakan praktik bisnis umum dalam perdagangan energi global.

“Salah satu fungsinya, jika ada yang membeli, maka trader tersebut langsung menjualnya,” jelasnya.

Meski isu ini mengundang kekhawatiran, Bupati mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami masih melihat situasinya. Itu kan persoalan persaingan bisnis antarnegara (internasional),” katanya.

Iskandarsyah menegaskan, posisi Karimun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) memang menjadikannya magnet investasi global.

“Letaknya yang strategis di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, membuat Karimun kerap menjadi sorotan,” katanya.

“Karimun menjadi destinasi prioritas bagi negara asing. Jadi wajar saja jika dilirik,” tambah Bupati.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Karimun bersama BP Karimun disebut terus memperketat pengawasan di seluruh wilayah.

“Pemerintah daerah bersama BP Karimun terus melakukan pengawasan ekstra ketat,” tegasnya.

Terkait arahan dari pemerintah pusat, Bupati memastikan hingga saat ini belum ada keputusan resmi.

“Belum ada keputusan dan arahan dari pemerintah pusat terkait isu ini,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

HPN 2026 Google News WartaKepri Disnaker Batam Disnaker Batam
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O