
WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau menggelar Pelatihan Berzanji sebagai Suluh Pekerti Pemuda Melayu di Kepulauan Riau pada 12–13 Juni 2026. Kegiatan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) berlangsung di Laboratorium Khazanah Melayu Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dan diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang, Sabtu 13/6/2026.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Melayu di tengah derasnya arus modernisasi. Selain sebagai wadah pembelajaran, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada pelaku budaya, komunitas, serta pegiat seni yang terus berupaya melestarikan warisan budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Ketua Pelaksana sekaligus Penerima Manfaat FPK Tahun 2026, Dr. Drs. Almahfuz, M.Si, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan menanamkan kembali rasa cinta terhadap budaya Melayu kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budaya yang telah mengakar kuat sejak dahulu di bumi Segantang Lada.
“Perkembangan zaman tidak boleh menghilangkan adat istiadat yang sudah ada. Kita berharap melalui kegiatan ini para pemuda di Kepulauan Riau tidak melupakan budaya Melayu dan mampu menjadi pelopor dalam melestarikannya,” ujar Almahfuz.
Menurutnya, nilai-nilai budaya Melayu yang terkandung dalam tradisi Berzanji tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pekerti generasi muda. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah, nilai-nilai, hingga praktik pembacaan Berzanji sebagai bagian dari tradisi Melayu yang masih hidup dan berkembang di masyarakat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, dan ditutup oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau, Jumhari, S.S., M.Hum.
Pelatihan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kepulauan Riau, antara lain Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), STISIPOL Raja Haji, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, STIE Pembangunan, STIKES Hang Tuah, STTI Tanjungpinang, IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, AKBID Anugrah Bintan, dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungpinang.
Data Peserta Pelatihan Berzanji Pemuda Melayu Kepri 2026
| Perguruan Tinggi | Jumlah Peserta |
|---|---|
| STAIN Sultan Abdurrahman Kepri | 8 Orang |
| IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang | 4 Orang |
| Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) | 2 Orang |
| STISIPOL Raja Haji | 2 Orang |
| STIE Pembangunan | 2 Orang |
| STIKES Hang Tuah Tanjungpinang | 2 Orang |
| STTI Tanjungpinang | 2 Orang |
| AKBID Anugrah Bintan | 2 Orang |
| Politeknik Kemenkes Tanjungpinang | 2 Orang |
| Total Peserta | 26 Orang |
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya Melayu diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, pelestarian adat istiadat dan tradisi menjadi tanggung jawab bersama agar identitas budaya Melayu tetap hidup dan berkembang di Kepulauan Riau. (*)
Kiriman : Ravi
Editor : Dedy Suwadha






























