Home Berita Utama ASITA Travel Mart VII 2026 Bawa Warisan Melayu Kepri ke Panggung Dunia

ASITA Travel Mart VII 2026 Bawa Warisan Melayu Kepri ke Panggung Dunia

ASITA Travel Mart VII 2026 Bawa Warisan Melayu Kepri ke Panggung Dunia
ASITA Travel Mart VII 2026 Bawa Warisan Melayu Kepri ke Panggung Dunia
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendorong pelaku industri pariwisata memperluas promosi destinasi unggulan daerah ke pasar domestik dan mancanegara. Salah satu upayanya melalui penguatan kolaborasi bisnis, pengembangan paket wisata terintegrasi, serta konektivitas antardestinasi di Batam dan wilayah Kepri.

Dorongan tersebut disampaikan Ansar saat membuka Asita Kepri Travel Mart VII 2026 bertema “Bringing Malay Heritage of the Riau Islands to the World” di Ballroom Aston Batam Hotel & Residence, Kota Batam, Senin (19/10/2026).

Menurut Ansar, kegiatan yang mempertemukan pelaku industri perjalanan wisata ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan destinasi unggulan, paket perjalanan, serta kekayaan alam dan budaya Melayu Kepulauan Riau kepada pasar yang lebih luas.

“Dengan kata lain, kegiatan ini harus menjadi ruang promosi bagi pelaku industri pariwisata untuk terus memperkenalkan produk wisata, sekaligus membangun peluang kerja sama dengan mitra bisnis dan meningkatkan daya tarik pariwisata daerah,” ujarnya.

Ansar menilai, Kepri memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Kekayaan alam bahari, keragaman destinasi, serta warisan budaya Melayu menjadi daya tarik yang perlu dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, kunjungan wisatawan nusantara ke Kepri selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 3.145.849 orang. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 1.451.609 orang.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri antara lain berasal dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina.

Besarnya angka kunjungan tersebut, kata Ansar, perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang terintegrasi dan kolaborasi kuat antarpelaku industri pariwisata. Pemerintah bersama asosiasi dan pelaku usaha perlu memastikan wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu daerah, tetapi juga menjelajahi berbagai destinasi lain di Kepri.

Ansar Perkuat Konektivitas Wisata Antardaerah

Salah satu strategi yang didorong Ansar adalah pengembangan linkage tourism atau keterhubungan antardestinasi. Melalui konsep ini, Batam diharapkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke Bintan, Tanjungpinang, Pulau Penyengat, Karimun, dan berbagai destinasi unggulan lainnya.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja selama berwisata di Kepri.

“Melalui keterhubungan antardestinasi atau linkage tourism, kita dapat mendorong peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan, sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah,” kata Ansar.

Ia juga berharap Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghubungkan potensi destinasi dengan kebutuhan pasar.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan paket wisata lintas daerah, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan kemitraan usaha antara pelaku industri pariwisata lokal dan mitra dari luar negeri.

Ansar turut menyoroti tema Asita Kepri Travel Mart VII 2026 yang mengangkat warisan Melayu Kepulauan Riau. Menurutnya, budaya Melayu bukan sekadar identitas dan kebanggaan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berkelas internasional.

Melalui promosi yang tepat, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam Kepri, tetapi juga mengenal sejarah, tradisi, kuliner, dan kekayaan budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah.

ASITA Kepri Libatkan Lebih dari 62 Peserta

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Kepri, Eva Betty Siahaan, mengatakan Asita Kepri Travel Mart VII 2026 dirancang sebagai wadah pertemuan pelaku usaha perjalanan wisata dengan mitra potensial, termasuk agen perjalanan dari mancanegara.

Kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis yang konkret, terutama dalam pemasaran paket perjalanan dan promosi destinasi wisata Batam serta Kepulauan Riau.

Eva menyebutkan, pelaksanaan tahun ini diikuti lebih dari 62 tenant, buyers, dan sellers dari sejumlah negara serta berbagai daerah di Indonesia.

Keterlibatan para pelaku industri tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran, memperkenalkan produk wisata unggulan, serta menjajaki kemitraan yang dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Kepri.

Ia berharap Asita Kepri Travel Mart tidak berhenti sebagai ajang pertemuan bisnis, tetapi mampu menghasilkan kerja sama berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri pariwisata daerah.

“Karenanya, saya yakin kegiatan ini akan bisa meningkatkan daya tarik pariwisata Batam dan Kepri di mata wisatawan, sekaligus menjadi sarana untuk membangun peluang kerja sama langsung dengan mitra bisnis yang terlibat,” tutupnya.

Melalui Asita Kepri Travel Mart VII 2026, promosi pariwisata Kepri diharapkan semakin luas, konektivitas antardestinasi semakin kuat, dan warisan budaya Melayu semakin dikenal di tingkat internasional. (*/r)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri