Home Kepri 40 Prajurit Lantamal IV Ikuti Pelatihan HIV/AIDS

40 Prajurit Lantamal IV Ikuti Pelatihan HIV/AIDS

PANBIL IMLEK

PENYEMATAN TANDA PESERTA 1000(1) warta kepri lantamal 4

TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI – Seiring dengan pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup pada sebagian masyarakat Indonesia, maka pola perilaku dan system nilai pada masyarakat ikut berubah antara lain dengan meningkatnya kasus penyakit Aids yang sebagian besar tertular akibat perilaku yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik bergantian pada pecandu Narkoba.

Demikian sambuan Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi mewakili Danlantamal IV pada pembukaan pelatihan Peer Leader tentang penanggulangan HIV/AIDS diwilayah Lantamal IV Tanjungpinang kepulauan Riau., Selasa (12/1/2016).

“Sebagai instansi pelayanan kesehatan di lingkungan Lantamal IV, Diskes Lantamal IV mengantisipasi permasalahan ini dengan kegiatan preventif berupa penyebaran informasi tentang HIV/AIDS, serta pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya yang secara paralel juga meningkat jumlah kasusnya, “ dari hari kehari.

Seperti kita ketahui bersama bahwa HIV/AIDS hingga saat ini masih merupakan masalah penting di bidang kesehatan masyarakat, karena jumlah kasus yang dilaporkan dari tahun ketahun masih terus meningkat.

Menurut laporan Dirjen P2PL Kemkes RI, hingga 31 Maret 2015 telah tercatat 179.775 kasus HIV dan AIDS di Indonesia, dengan rincian HIV positif sebanyak 167.350 kasus dan AIDS sebanyak 66.855 kasus.

Jumlah kasus sesungguhnya tentu lebih besar dari yang dilaporkan mengingat adanya fenomena gunung es.

Dikatakan pula bahwa TNI sebagai salah satu sub-populasi dari penduduk Indonesia tentu tidak terlepas dari permasalahan yang ada. Kasus HIV dan AIDS di lingkungan TNI hingga 30 Juni 2015 tercatat 1.328 kasus dimana 343 di antaranya telah meninggal dunia.

Peningkatan kasus tersebut bila tidak ditangani secara konprehensif sudah pasti akan berpengaruh terhadap kesiapan TNI dalam melaksanakan tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Selain itu pelatihan ini adalah merupakan rangkaian dari pembentukan 2.000 Peer Leader penanggulangan HIV AIDS di Lingkungan TNI serta mendukung program KPAN.
Saya yakin dengan kesungguhan peran serta saudara-saudara, maka target yang diamanatkan KPAN untuk membentuk 2000 Peer Leader baru akan tercapai sampai dengan akhir 2015.

Mencermati perkembangan tersebut, TNI dengan dukungan berbagai pihak telah melaksanakan secara konprehensif mulai dari upaya pencegahan, penemuan kasus secara dini, peningkatan akses layanan perawatan, dukungan dan pengobatan, serta terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi odha anggota TNI.

Selanjutnya pelatihan Peer Leader ini adalah bagian dari upaya penanggulangan HIV-AIDS yang menggunakan pendekatan perubahan perilaku yang dilanjutkan dengan upaya penatalaksanaan penderita HIV-AIDS.

Disamping itu selama dalam pelatihan para peserta dibekali dengan dengan pengetahuan yang terkait dengan pencegahan HIV dan ketrampilan untuk mengkomunikasikan pengetahuan yang didapat kepada rekan kerja dan anak buah di satuannya masing-masing.

Menurut Kadiskes Lantamal IV Letkol Laut (K) Hariyanto,A.Mk.,S.Psi pelatihan Peer Leader dilaksanakan selama tiga hari yang diikuti oleh 40 orang perwakilan Perwira, Bintara,Tamtama dan ASN yang ada dilingkungan Lantamal IV Tanjungpinang.

Turut hadir dalam pembukaan Peer Leader tersebut antara lain Para Asisten,Kadis jajaran Lantamal IV,bekertariat Daerah Prov Kepri Drs Tarmidi., M.Pd dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Kepulauan Riau (dispen lantamal IV/swd)

Google News WartaKepri Disnaker Batam Disnaker Batam