WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Komandan Pangkalan TNI AL Ranai Kolonel Laut (Pelaut) Arif Badrudin, prihatin dengan maraknya peristiwa kebakaran lahan di wilayah Ranai dan sekitarnya akhir-akhir ini.
Menurutnya, kebanyakan kebakaran lahan yang terjadi lantaran kelalaian warga saat membuka pertanian, yang membakar kebun tanpa dijaga.
Apalagi kondisi cuaca yang sudah hampir tiga bulan terakhir mengalami musim panas, membuat tanaman menjadi kering karena kekurangan air. Akibatnya, saat dibakar mudah merambat ke tumbuhan lainnya.
Karena itu Arif mengimbau kepada masyarakat Ranai dan sekitarnya, untuk tidak sembarang membakar lahan pada musim panas ini. Kalaupun hendak membakar lahan, masyarakat diminta untuk tidak membiarkan api merambat dan menunggunya hingga padam.
“Ya Natuna ini pulau kecil, kalau setiap hari terjadi kebakaran lahan atau hutan, lama-kelamaan hutan akan habis, dan kita akan mengalami ketandusan dan kekeringan berkepanjangan,” ujar Arif, Selasa (19/04/2016).
Dalam membantu pemerintah daerah menangani peristiwa kebakaran, Lanal Ranai juga telah menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran yang selalu disiagakan di Mako Lanal.
Dalam beberapa kali peristiwa kebakaran yang terjadi pekan lalu, mobil damkar milik TNI AL terlihat turun ke lapangan.
Arif Badrudin menginstruksikan jajarannya saat membantu pemadaman api, untuk tidak kembali ke pangkalan sebelum asap sisa kebakaran benar-benar hilang.
” Tadi siang sampai sore kita memadamkan api di Binjai. AlhamduliLlah baru teratasi 85 persen,”ujar Arif.
Lebih lanjut dalam diskusi Di WA Grup Natuna Peduli, Danlanal Menghimbau anggota grup terdiri dari semua elemen pemerintah, aparatur dan Tokoh Pemuda agar Rabu,(20/4/2016) pagi membantu untuk memadamkan api di Daerah Setengar yang sangat parah dan bahkan menutupi pandangan di jalan raya.
Kesimpulan dan himbauan adalah memohon dukungan dan bantuannya bersama.
1. Patwal dari Polres utk pergerakan 3 PMK dan 2 mobil tanki berikut beberapa mobil kecil. Saat di lokasi mengatur lalu lintas yang kemungkinan akan sangat padat di sisi jalan.
2. Menginformasikan kepada pejabat kecamatan maupun desa setempat agar hadir di lokasi. Harapannya agar mereka bisa membantu dalam menunjukkan pusat titik api dan sumber air.
3. Mengundang pejabat Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menilai kerusakan yang dapat ditimbulkan pada hutan lindung.
4. Menyiapkan dukungan logistik secara sukarela karena pemadaman akan berlangsung dari pagi sampai sore hari.
Sementara itu, hasil rapat di Mako Lanal dengan menghadirkan pejabat BMKG untuk mengetahui situasi cuaca dalam beberapa waktu kedepan. Prakiraannya adalah peluang hujan hanya 10 persen akibat terganggunya pertumbuhan awan. Situasi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga Mei nanti.(riki)






























