WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Agar tidak terjadi kenaikan harga di Bulan Suci Ramadhan, Plt Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengrharapkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat untuk tidak menaikkan harga di Bulan Ramadhan nanti. Hal itu diungkapkan karena bulan puasa tahun ini berlangsung di bulan Juni-Juli, dimana pada masa tersebut sedang terjadi angin selatan.
“Bulan ini angin sedang berkecamuk, banyak kapal dari pulau Jawa terganggu perlayarannya. Bukan itu saja, suplai barang pun terganggu, dan itu akan akibatkan harga naik. Kebutuhan pokok masih saja dipenuhi Negara tetangga, karena kita belum punya proyek ketahanan pangan serta tanah kita juga tidak memenuhi untuk hal tersebut,” ujar Nurdin saat membuka pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Graha Kepri, Kota Batam, beberapa waktu lalu.
Menanggapi itu, Anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Kepri, Nyat Kadir mengamini serta menuturkan bahwa harga beras di Batam saat ini mencapai Rp 12 Ribu per kilogramnya, sementara untuk di Kabupaten Lingga dan Natuna mencapai Rp 14 hingga 15 Ribu perkilonya.
“Apabila mengharapkan hasil sawah dari Lingga dan Natuna, belum tentu bisa jadi lumbung padi karena masih dalam kondisi percobaan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, disarankan kepada pemerintah daerah agar dapat meminta ke pusat untuk diberi ruang dalam melakukan impor terbatas. Dikarenakan impor ini bisa dikelola oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Selain itu, upaya lain juga dapat dilakukan dengan subsidi kapal. Meskipun dikatakan gagal, alangkah baiknya untuk selalu berusaha memaksimalkannya, imbuhnya.(ichsan)































