WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi telah menandatangani draft pencabutan pembekuaan organisasai Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Bagi kota-kota yang memiliki klub sepakbola menyambut positif, mulai dari komentar pelatih hingga para pemain tentunya.
Seperti komentar Mantan kiper andalan Timnas U-19 Indonesia, Ravi Murdianto, senang usai Menpora Imam Nahrawi menandatangani draft pencabutan pembekuan PSSI. Pesepakbola yang kini membela PS TNI itu pun berharap, kompetisi bisa berjalan seperti sedia kala.
Semenjak PSSI dibekukan oleh Menpora pada 17 April 2015, Indonesia tak pernah memiliki kompetisi sepakbola yang kompetitif. Dalam kurun 2015 hingga awal 2016, hanya ada beberapa turnamen macam Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, Piala Jenderal Sudirman, Piala Bhayangkara dan lain-lain.
“Saya gembira dan bersyukur pencabutan pembekuan telah dilakukan bapak Menpora. Semoga dengan ini kompetisi bisa berjalan agar bisa ada Timnas lagi,” ujar Ravi, Rabu (11/5/2016).
Boaz Salossa pemain andalan Persipura juga menyambut gembira. “Timnas Indonesia dan klub jadi bisa ikut kembali bertanding pada turnamen internasionak,” ungkap Boaz.
Lalu, bagaimana dengan Kota Batam Provinsi Kepri, yang populasi penduduknya hampir 60 persen adalah anak-anak muda. Ternyata, pencabutan itu tidak berdampak pada Kota Batam.
” Cabut tidak cabut, sama aja, kita tetap saja tidak ada tim bola. Pernah ada, kini tinggal cerita, dan tidak ada perhatian dari pengurus organisasi,”ujar Indra pengemar club Bola Barcelona.
Melalui diskusi pada laman Group WA, momentum pencabutan pembekuan PSSI ini menjadi pembincangan hangat.
Mulai dari, pendapat memang belum berdampak, hingga menyasar kesiapan dana pembinaan sepakbola di Batam yang kembali dipertanyakan.
Anggota dewan Batam semangat untuk menghidupkan sepakbola di Batam. Namun, sekali lagi harus ada tokoh yang mau menggerakannya. (dedy)






























