Home Nasional Politisi PDIP Kecewa Kepada Menteri Agama

Politisi PDIP Kecewa Kepada Menteri Agama

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Politisi PDIP Itet Tridjajanti mengaku kecewa dengan kinerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuhdin yang gagal menambah kuota haji tahun ini dan belum jelasnya santunan untuk korban jatuhnya craine di Masjidil Haram pada musim haji lalu. Atas dua masalah ini, anggota Komisi VIII DPR itu pun mulai menggoyang-goyang kursi Lukman.

“Kalau kinerjanya bagus, jamaaah haji yang bertahun-tahun menunggu pemberangkatan tentu sudah tersenyum karena ada tambahan kuota. Keluarga korban crane juga tentu tidak akan terlalu sedih jika santunan dari pemerintah Arab Saudi sudah diterima. Tapi, semua ini tidak terwujud. Ini sangat mengecewakan,” ucapnya, Kamis (19/5).

Pemerintah Arab Saudi memang pernah berjanji akan menambah kuota haji Indonesia sebanyak 10 ribu orang. Hal tersebut sempat membumbungkan harapan bagi jamaah haji Indonesia yang sudah ngantri panjang. Indonesia semakin optimis bakal dapat tambahan kuota menyusul absennya Iran dalam musim haji tahun ini. Namun, penambahan belum terlaksana. Tahun ini, kuota haji masih sama dengan tahun lalu, yakni sekitar 168 ribu orang yang terdiri atas 155 ribu haji reguler dan 13 ribu haji khusus.

Mengenai insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram di musim haji lalu, Saudi juga berjanji akan memberikan santunan sebesar 1 juta riyal atau setara Rp 3,8 miliar untuk setiap korban jiwa. Namun, sudah hampir setahun, uang santunan itu tidak kunjung diterima keluarga korban di Indonesia.

Itet menuding, tak adanya tambahan kuota haji dan belum jelasnya santunan korban crane ini karena Lukman tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Kalau komunikasinya baik, tentu janji-janji pemerintah Arab Saudi itu sudah ditepati.

Itet mengaku sangat terenyuh dengan perjuangan jamaah haji yang rela menunggu bertahun-tahun untuk menunggu antrian. Karena itu, saat ada kuota tambahan, harusnya Menag berjuang dengan keras agar benar-benar diperoleh Indonesia.

“Kasihan mereka, sudah membayar mahal, harus ngantri bertahun-tahun juga. Padahal untuk bayar, banyak yang jual tanah dan menabung berpuluh-puluh tahun,” ucapnya.

Atas dasar itulah, Itet mengoyang kursi menteri asal PPP itu. Kata dia, seharusnya kursi Menag diisi seseorang yang mengerti manajemen, lobi, marketing, serta pandai dalam analisa. “Saya tidak melihat semua itu ada pada Menteri Lukman,” cetusnya.

Untuk itu, Itet menyebut Lukman layak di-reshuffle. “Buat apa menteri yang kinerjanya tidak bagus dipertahankan. Bila tetap dipertahankan, justru akan memperburuk citra pemerintah,” cetusnya.

sumber: tempo

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp