WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Aliran lListrik selama ini di kelola Pihak Perusda Natuna sudah 10 bulan di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna mati Total. Kondisi menyedihkan masyarakat pulau kini terpaksa gelap gulita.
” Pulau Laut udah sepuluh bulan tidak hidup lampu,” ucap Said Basuni(63) Tokoh Masyarakat Pulau Laut didampingi Jeri (62) saat dijumpai Wartakepri di Ranai Natuna (2/6/2016).
Dijelaskan juga, untuk pasokan minyak tanah pembagian delapan liter per bulan ditentukan agen minyak di Pulau Laut. Kecamatan Pulau Laut Terdiri dari tiga Desa Air Payang, Tanjung Pala, Kadur. Jumlah Penduduk saat ini 2.262 jiwa.
Dijelaskan Jeri, untuk minyak tanah dijatah per bulan masyarakat terpaksa digunakan untuk masak dan penerangan pelita lampu ceplok di Kala malam tiba.
” Udah paling ujung utara gelap Pulau Laut pak. Kami tidak mampu pak harus membeli minyak bensin untuk menghidupkan genset penerangan Lampu malam,” ujar Jeri.
Selanjutnya, Said adalah pengurus Surau Alhuda di Desa Kadur, juga menceritakan nasib pilu hidup gelap gelap di Pulau Paling Utara Indonesia Kecamatan Pulau Laut. Dari Pulau Laut hendak pergi ke ibu kota Natuna, Said dan Jeri mengunakan pompong 10 Ton dengan membayar Rp 50 ribu per orang.
Masyarakat Pulau terluar masih mengalami krisis listrik. Mereka pun mengakali krisis itu dengan patungan menyalakan genset.(riky)






























