WARTAKEPRi.co.id, KARIMUN, – Sepertinya harus lebih berhati-hati ketika berbelanja produk-produk makanan yang dijajakan di swalayan atau pusat perbelanjaan di Karimun. Baru-baru ini, tim sweeping dari Dinas Kesehatan Karimun menemukan produk kedaluarsa yang masih dipajang di rak penjualan untuk dijajakan ke pelanggannya.
Kabar ini diungkapkan Kepala Seksi POM Batra Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Winda yan melakukan sweeping produk makanan tersebut. Saat hari pertama razia, Winda dan beberapa orang tim mendatangi salah satu swalayan di wilayah Kecamatan Karimun.
Tim Dinas Kesehatan Karimun menemukan produk susu yang telah kedaluarsa sejak April dan Mei lalu. Mirisnya, susu ini yang masih dipajang pada rak penjualan.
“Begitu ditemukan dan langsung dimusnahkan di tempat. Kalau kadaluarsa kita boleh langsung musnahkan sehingga tidak dijual lagi,” kata Winda kepada wartawan, beberapa hari lalu.
Selanjutnya Kegiatan dilanjutkan ke swalayan Hoki di Kolong. Di sini, tim menemukan produk yang tidak ada TIE (tanda izin edar).
“Untuk produk yang tidak ada TIE-nya tidak kita sita. Dan juga kita tidak bisa musnahkan karena itu domainnya (BPOM) Batam,” jelas Winda.
Selesai dari swalayan Hoki, tim melanjutkan ke swalayan Indo A Yani. Lagi-lagi Winda dan tim menemukan produk berbahaya, seperti tanpa TIE. Dan di Indo A Yani ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak.
“Khusus di Indo A Yani sepertinya setiap tahun selalu ditemukan produk bermasalah, kalau tidak kadaluarsa ya produk tanpa TIE. Tapi itu tadi, kalau TIE ya kita tidak bisa menyita atau memusnahkan, karena bukan tugas kami tapi domainnya ada di BPOM Batam. Paling sanksinya cuma kita turunkan saja agar tidak diperjual belikan,” terangnya.
Sumber:lendoot
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























