WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIQ (Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an) Kepri bekerjasama dengan media online Batamtoday.com dan Wartakepri.co.id menggelar Dialog Ramadhan & Buka Puasa Bersama bertema, “Mengawal Batam dari Serangan Narkoba” di PIH Hotel Batam Center, Selasa, 28 Juni 2016.
Dialog yang menghadirkan pembicara dari BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Kepri Bidang Penyuluhan, Ali Chozim, Ketua Jurusan STIQ Kepri, Ustadz Sufyan Muttaqien, SQ, MA dan pengelola komunitas media sosial terkemuka di Batam, Presiden Wajah Batam, Alan Suharsad.
Dialog yang dikemas dengan buka puasa bersama itu dipandu oleh Pemimpin Redaksi wartakepri.co.id yang juga penulis buku, “Awas! Narkoba di Sebelah Anda”, Dedy Suwadha.
“Dialog Ramadhan ini digagas untuk mengingatkan kita semua, bahwa Batam saat ini telah menjadi target serbuan narkoba dari Malaysia. Data hasil tangkapan bea cukai mengungkapkan, pada periode bulan Juni ini, telah terjadi kenaikan mencapai 118 persen,” ujar Ketua BEM STIQ Kepri yang juga Redaktur Senior Batamtoday.com, Saibansah Dardani.
Ditambahkan Saibansah, momentum diskusi narkoba ini terkait dengan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) 2016 yang mengangkat tema, “Listen First : Listening to Children and Youth is The First Step To Help Them Grow Healthy and Safe” – “Dengarkan Dahulu : Mendengarkan Suara Hati Anak-Anak dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba”.
Ali Chozim, dari BNNP Kepri mengatakan, dalam memberantas jaringan narkoba di Kota Batam, perlu dukungan semua pihak. Karena BNN tidak bisa sendirian melawan jaringan bandar narkoba, harus didukung semua pihak. “Dulu Amerika sangat represif kepada bandar narkoba dari Amerika Latin, sampai sekarang masih demikia. Apakah berkurang? Ternyata tidak! Maka, waktu Pak Anang, ada kebijakan, represit tetap ditegakkan. Tapi rehabilitasi dilakukan. Harapannya, selepas dia menjalani hukuman, sudah tak lagi jadi pecandu,” papar Ali Chozim.
Sementara itu, Ustadz Sufyan Muttaqien mengatakan, dalam Al Qur’an, memang tidak ada disebutkan narkoba. Tapi, narkoba itu dikiaskan dengan khamar, yaitu minuman yang memabukkan. Maka, itu hukumnya haram. “Allah melarang khamar melalui empat tahap, supaya orang tidak kaget. Ditakutkan, mereka yang baru masuk Islam, menjadi murtad kembali,” ujar Ketua Jurusan STIQ Kepri itu.
Sedangkan Presiden Wajah Batam, Alan Suharsad mengatakan, pihaknya sudah sejak lama memantau peredaran narkoba di Batam. Karena itulah, di dalam komunitasnya, terdapat badan yang membidangi kegiatan anti narkoba.
“Di diskotik itu banyak sekali yang pakai narkoba, kenapa mereka aman? Mungkin ini juga ada bagian dari BNN dan aparat. Bahkan, bisa juga wartawan, LSM atau remaja masjid,” tegasnya.
Maka, lanjut Suharsad, diperlukan koordinasi semua pihak untuk melawan serbuan bandar narkoba itu.(dedy swd)






























