Mayor Rudi : Terdakwa Rico Gunakan Pompong Untuk Mencuri di Singapore – WartaKepri.co.id
8 views

Mayor Rudi : Terdakwa Rico Gunakan Pompong Untuk Mencuri di Singapore

Warta Sidang perompak kapal di batam





WARTAKEPRI.co.id , BATAM – Sidang perkara pencurian dampra pada kapal suplay SV Posh Viking di perairan Batam dan tindak pidana pelayaran tanpa ada izin, dengan menggunakan kapal pompong oleh terdakwa Riko Saputra bin Saparuddin, Kamis tanggal 14 Juli 2016 di PN Batam.

Jaksa penuntut umum (JPU), Andi Akbar SH menghadirkan saksi penangkap dari TNI AL diantaranya ; Mayor Laut Rudi Amiruddin dan Letda Mar Rahadian Fadillah serta saksi Budi bin Atas dan Purwanto selaku ABK dan pemilik pompong.

Persidangan yang dipimpin Ketua majelis hakim Zulkifli SH,MH didampingi hakim anggota Iman Budi Noor SH dan Hera Polisia Destiny SH. Dengan agenda sidang pembacaan dakwaan dan pemeriksaan 4 org saksi.

Dalam keterangan Mayor Laut Rudi Amirudin menjelaskan kronologis penangkapan terdakwa pencurian dampra pd kapal suplay SV Posh Viking di perairan Batam.

Puskodal Batam menerima informasi dari Puskodal Bakamla berdasarkan laporan POCC Singapore, bahwa telah terjadi pencurian pada Kapal Supplay POSH VIKING pada tanggal 06 April 2016 pukul 11.05 WIB, dengan posisi 01° 16.1’ U – 104°05 2 T ( 3,5 NM U TG Nongsa ).

Kapal berlayar dari Australia tujuan Singapura, Master melaporkan melihat 2 orang tak kenal (OTK) mengikuti tongkang M3319 yang ditarik POSH VIKING. OTK tersebut menggunakan pancung, kemudian memotong damprah Norwegian yang berada di Tongkang M3319 dan membawanya kabur menuju arah Pulau Batam.

Kemudian, SV POSH VIKING termonitor sudah lego di perairan Pulau Sentosa Singapore. Lalu Puskodal Batam mengirim berita kejadian pada grup WA Elang Laut IV, dan ditindak lanjuti oleh Unit 1/Jatanrasla dengan melaksanakan penyelidikan menyisir ke daerah pantai stress Jodoh Batam, mengecek ke beberapa penampung barang bekas dan kontak jargen. Kata Mayor Rudi.

Lanjut Rudi, didapat petunjuk dari jargen bahwa termonitor ada pompong asal Tanjung Uma Batam tiba di pantai Stress, menawarkan danpra kepada seorang penampung barang beka. Lalu Unit 1 menindaklanjuti mendatangi penampung tersebut dan diperoleh keterangan bahwa ada 2 orang telah menawarkan dampra sesuai ciri ciri barang yang hilang dari kapal SV Posh Viking.

Setelah informasi lengkap maka dilakukan penangkapan terhadap 2 orang pelakunya beserta pompong yang digunakan, lalu keduanya diserahkan pada penyidik TNI AL Lanal Batam untuk proses hukum. Terang Rudi.

Dalam perkara ini, hakim Zulkifli SH meminta Jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi ahli untuk menjelaskan apakah pompong ini termasuk kapal yang harus memiliki izin seperti layaknya kapal kapal besar. Maka sidang kembali digelar pada tanggal 21Juli 2016.(nikson simanjutak)



PKP DREAMLAND
FANINDO
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Pendapat Anda

8 views