Warga Sungai Buaya Belakangpadang Protes dan Bersiap Hadang Kapal Feri

1
Warta Kepri kapal feri lewat di Sekupang Belakang Padang Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sejak dialihkannya rute pelayaran kapal feri baik yang datang dan pergi dari rute melewati Pulau Kasu ke alur rute perairan Belakangpadang – Fantasi Island, telah merusak kelong warga yang telah lama dipasang diperairan tersebut. Atas dampak kerugian ini, warga akan menggelar demo dengan menyetop kapal feri yang lewat agar rute kapal saat ini kembali dialihkan ke rute lama yaitu melewati Pulau Kasu.

” Kami telah mengirim pemberitahuan ke Syahbandar Pelabuhan Sekupang, dan diteruskan ke kantor pusat di Batuampar. Namun, sejak lama kami tunggu, belum juga ada perubahan untuk menghalihkan rute kapal. Kami protes dan dalam minggu ini kami akan demo dengan memblokir jalur kapal ferri agar tidak lewati rute saat ini,” ujar Fuad (27) Tokoh Muda Warga Sungai Buaya Belakangpadang, ke WartaKepri.co.id, Senin (18/7/2016).

Dijelaskan Fuad, kerugian yang terlihat saat ini adalah kelong-kelong warga yang telah ditanam selama ini. Harga setiap kelong Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Total kelong yang rusak ada 7 kelong

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kerusakan ini akibat kapal yang lewat mengakibatkan ombak dan arus kencang sehingga mengoyang posisi Kelong yang ada saat ini. Otomatis, ikan tidak akan masuk, dan ini kerugiannya. Lalu, kerugian lain berupa keruskana beton-benton rumah warga yang kini mulai terlihat rangka besi dari tiang dasar rumah.

” Kelong kami mulai rusak, tapi yang mekhwatirkan adalah abrasi yang menerjang tiang rumah warga. Pondasi tiang kini mulai terkelupas dan ada yang terlihat kawat besi ting rumah. Jelas ini membahayakan, karena besi tidak tahan karat, dan bisa akibatkan rumah kami roboh,”ujar Fuad.
Ditegaskan Fuad, sebagai warga dan toko pemuda, tidak ingin lagi kapal-kapal lewat Sekanak Raya. Selain merusaka kelong dan tiang rumah, gelombang akibat kapal lewat hampir mencelakai para pencari ikan.

” Pernah ada warga mencari ikan hampir hanyut, ketika ada kapal feri lewat dengan kecepatan sangat laju. Untung selamat berpegangan ke kelong. Jika dibiarkan terus, lama-lama lahan nelayan mencari ikan tidak ada lagi. Sekali lagi kami tidak mau kapal lewat lagi,”ujar Fuad dengan semangat.(dedy swd)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMPROV KEPRI DPRD BATAM PEMKO BATAM DPRD ANAMBAS PEMKAB ANAMBAS PEMKAB BINTAN DPRD KARIMUN PEMKAB KARIMUN DPRD LINGGA PEMKAB LINGGA