Minimnya Usaha Material di Natuna, Picu Monopoli Harga Semen dan Besi ‎ – WartaKepri
126 views

Minimnya Usaha Material di Natuna, Picu Monopoli Harga Semen dan Besi ‎

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Semakin banyak jumlah investasi nasional akan masuk ke Natuna, tentu membawa peluang usaha semua sektor tumbuh subur terlebih di bidang Material bangunan.

Saat ini masyarakat tampaknya sudah mulai meninggalkan tradisi membuat rumah dari kayu, selain karena kayu sudah mulai mahal, membuat rumah dari batu-bata ataupun batako ternyata lebih praktis.

Pemerintah sendiri saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembagunan fisik untuk kepentingan masyarakat, mulai pembuatan jalan, jembatan, perumahan, perkantoran.

Selain itu juga banyak sarana kepentingan umum yang sudah mulai minta direhab.

Program tersebut jelas semakin membuka pasar bagi bahan-bahan produk bahan bangunan, dari pasir, semen, batu-bata, batako, genting, dan lain-lainnya.

Adi (38), Salah Seorang pemilik usaha Perabot di jumpai Wartakepri.co.id di jalan Sihotang Ranai Kabupaten Natuna, Jumat (29/7/2016).

” Natuna Akan Menjadi peluag baru para pebisnis, jika jeli melihat potensi yang ada untuk memulai usaha,”kata Adi.

Sebenarnya kata Adi, di Natuna sangat banyak peluang usaha bisa digarap, apalagi saat ini pemerintahan pusat sangat gencar untuk membangun natuna salah satunya bisnis bahan bangunan sangat prospek di kembangkan.

Bicara pembangunan tentu tidak lepas dengan material dan jenis kebutuhan bangunan semakin meningkat , sementara untuk pemasok bahan bangunan dan materal masih terbilang sedikit di Natuna, baik tokoh material maupun barang material dicari kadang kala tidak ada dijual di Natuna tentu masih sangat terbatas stoknya,

“Saat ini material bangunan, serta harga barang di pasaran cukup tinggi jika dibandingkan kota Batam jauh selisih harga,” ujar Adi.

Adi berharap ada pengusaha pengusaha baru di luar daerah mau menanamkan uang untuk membuka bisnis material di Natuna. Karena peluang sangat bagus sehingga terjadi persaingan sehat menjalankan produk dan memasarkan material bangunan harga kompetitif.

Sementara, pantauan di lapangan untuk harga semen di toko material masih berkisar Rp74 ribu-Rp76 ribu per saknya. Begitu juga, dengan harga besi tergantung ukuran.

Harga material bangunan cukup tinggi karena para pesaing sangatlah minim jumlah sangat terbatas.

” Jangan terkejut jika harga material di Natuna lebih jauh mahal selisih harga di bandingkan dengan kota Batam signifikan,” ungkap Said Safii kontraktor Natuna baru selesai membangun Rumah di Jalan Hasan Ramli Ranai.

“Saya yakin natuna daerah potensial bagi pebisnis materail apa lagi pusat lagi gencar gencarnya akan bangun natuna,”kata Said Safii lagi.

Said Safii, berharap Natuna ada masuk pesaing baru para pengusaha di luar daerah mau investasi dengan membuka cabang usaha bisnis material sekala besar kalau bisa lengkap.

“Dengan banyaknya pengusaha, banyak pula produk yang ditawarkan kepada pelanggan. Hasilnya persaingan dalam dunia bisnis menjadi semakin ketat,” tutup Said Safii Juga Sebagai Sekretaris Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia Cabang Natuna.(rinovsky)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA