Home Berita Utama Ternyata Bupati Natuna Hamid Rizal Pernah Latihan Kopasus di Cijantung

Ternyata Bupati Natuna Hamid Rizal Pernah Latihan Kopasus di Cijantung

Bupati Hamid Rizal Natuna
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Menjadi pemimpin di Wilayah perbatasan atau terdepan Indonesia, Kabupaten Natuna membutuhkan sumber daya manusia dan peralatan dengan sistem pertahanan maritim dan udara yang mumpuni. Selain itu, dibutuhkan rasa nasionalisme masyarakatnya untuk menjaga bersama aparat keamanan, karena wilayah Natuna masih diklaim berada di Laut Cina Selatan

Menurut Bupati Natuna Drs.H.A.Hamid Rizal tulis wartakepri.co.id, sangat tahu persis kondisi Natuna dan kini tidak ada istilah nama Laut Cina Selatan di perairan Natuna.

Hamid Rizal pernah mengenyam pendidikan Suspimdagri di Secapa AD (Angkatan Darat) tahun 1989, serta Sekolah Komando TNI di Cijantung KOPASUS, 2002/2003, berharap semangat nasionalisme masyarakat bangkit khususnya Natuna.

Dengan mensosialisasikan sebutan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna. Hal itu diungkapkan usai pelaksanaan pacara peringatan hari kemerdekaan RI ke-71, Rabu (17/08/2016) di Pantai Kencana lalu.

Pemerintah mengumumkan rencana untuk mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna di kawasan dalam radius 200 mil laut dari Kepulauan Natuna.

Sementara itu, Ahmad Santosa Ketua tim Satgas 115 yang menangani penangkapan ikan illegal, mengatakan, rencana itu “akan diserahkan kepada PBB”, menambahkan bahwa “jika tak ada yang berkeberatan, maka namanya akan resmi menjadi Laut Natuna.”

Rencana ini akan melibatkan penamaan kembali laut di sekitar Kepulauan Natuna, terletak di sebelah Timur laut pulau Kalimantan, di dalam jarak 200 mil laut zona ekonomi eksklusifnya. Tuturnya.

Dikutip dari Kompas.com, Perairan laut cina selatan merupakan urat nadi perdagangan internasional yang mencapai nilai rata-rata 5 triliun dolar AS setiap tahun.

Selain itu pulau-pulau di LTS, seperti Kepulauan Spratly yang berdasarkan UNCLOS masuk wilayah Filipia, menjadi tempat yang sangat strategis dari aspek pertahanan. Tapi, itu artinya Tiongkok berpikir dengan pijakan kepentingannya sendiri. Semua negara yang berbatasan langsung dengan LTS juga menjadikan laut itu sebagai bagian dari perekonomian dan pertahanan negaranya.(rikyrinovs)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp