WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Pihak kepolisian sudah meminta keterangan enam saksi, diantaranya penjual karcis dan tekong kapal.
“Saksi tersebut yakni juru parkir pelabuhan, tukang karcis, penumpang yang selamat, tekong pompong yang lain,” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro kepada LintasKepri, Selasa (23/8/2016).
Dijelaskan Kapolres, pihaknya belum melakukan introgasi terhadap tekong pompong asal Penyengat yang ikut tenggelam namun selamat yakni Said Umarullah (L) salah satu dari dua korban selamat.
” Kita menunggu keadaannya (Said Umarullah-red) pulih dan saat ini masih dalam suasana berduka cita,” ungkapnya.
Kedepan pihaknya melakukan penyelidikan lebih dalam terkait tragedi tersebut.
“Kita melakukan penyelidikan lebih mendalam kenapa pompong tersebut tetap beroperasi meskipun cuaca tidak bersahabat,” tegas Joko.
” Kita menunggu keadaannya (Said Umarullah-red) pulih dan saat ini masih dalam suasana berduka cita,” ungkapnya.
Kedepan pihaknya melakukan penyelidikan lebih dalam terkait tragedi tersebut.
“Kita melakukan penyelidikan lebih mendalam kenapa pompong tersebut tetap beroperasi meskipun cuaca tidak bersahabat,” tegas Joko.
Sama diketahui, tenggelam kapal atau pompong penyeberangan Tanjungpinang ke Pulau Penyengat, akibatkan 15 orang meninggal dunia. Kapal terbalik setelah dihantam angin kencang, Minggu (21/8/2016) pagi.
Korban tewas tenggelam karena tidak satu pun menggunakan pelampung atau life jaket. (ded/lintas)






























