Belum Ada Pihak yang Tangani, Kemana Sampah Beracun di RSUD Natuna Dibuang

126
RSUD Natuna dan sampah nya

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Sampah sisa bahan Limbah medis dari bahan habis pakai B3 di RSUD Natuna masih tertumpuk rapi di gudang belakang rumah sakit umum RSUD Natuna setelah melalui proses pembakaran mengunakan alat (incinerator). Hal ini benarkan oleh sekretaris RSUD Natuna Juga Kabag TU, Zabir kepada awak Media saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Menurutnya semenjak dioperasionalkan mesin tersebut sisa pembakaran limbah B3 (bahan beracun berbahaya) belum pernah dikelola sebagaimana mestinya sehingga penumpukan terjadi.

” Selama ini kita belum ada kerjasama dengan pihak ketiga khusus menagani sisa pembakaran dari limbah B3. Kalau pun mau angkut keluar daerah harus menggunakan kapal khusus,” kata zubir.

Zubir menambahkan, terkait permasalahan ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak BLH Kabupaten Natuna untuk bersama penyelesain permasalahan sampah B3.

” Memang mau tidak mau, masalah limbah harus kita selesaikan, kedepanya kita akan buat usulan berupa kegiatan dan melibatkan pihak ke tiga yang mempunyai kompetensi terkait limbah B3,” jelasnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Mengingat jenis limbah termasuk dalam kategori berbahaya, menjadi program prioritas dari pihak RSUD atau dinas terkait, namun kenyataannya sudah lebih dari 10 tahun RSUD beroperasi, permasalahan limbah B3 belum ada penanganan sebagai mana mestinya.

Tempat terpisah Anggota DPRD Natuna ketua Komisi satu bidang Kesehatan, Raja Marzuni mengatakan selama ini pengelolaan limbah RSUD belum maksimal tentu akibatnya akan membahayakan bagi kehidupan dan kesehatan orang banyak apa bila terus ditumpuk dan tidak dibuang.

” Meski tidak berdampak langsung namun dampaknya akan terlihat dua sampai lima tahun kedepan,” ucap Raja Marzuni.

Untuk itu kita harap kepada pihak pemerintah segera melakukan cek terkait pengelolaan limbah dengan baik, tentu jalannya harus melakukan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga yang mengerti tentang limbah medis.

Fasilitas Pengelolaan Limbah padat Rumah sakit harus melakukan reduksi limbah dimulai dari sumber dan harus mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kimia yang berbahaya, beracun dan setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.

Fasilitas Pengolahan Limbah Cair harus dikumpulkan dalam container yang sesuai dengan karakteristik bahan kimia dan radiologi, volume, dan prosedur penanganan dan penyimpanannya.

Terkait persoalan limbah tersebut pihaknya akan sidak dan memanggil Direktur RSUD untuk bersama dengan dinas teknis mencari solusi pembuangan limbahnya baik limbah medis dan non medis agar bisa secepatnya teratasi.(rikyrinov)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH