Deputi 3 BP Batam Ek‎o Santoso Diperiksa KPK Dugaan Korupsi di BLBI

324

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Ek‎o Santoso Budianto selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Eko mengaku dicecar beberapa pertanyaan terkait jabatannya di BPPN waktu itu dengan kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI yang menyeret mantan Ketua BPPN Syafruddin Arsjad Temenggung.

“Diperiksa kasus BLBI. Dulu saya BPPN. Saya dimintain keterangan saja. Karena saya keluar dari BPPN tahun 2000, nah itu saja,” singkat Eko usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Eko rampung menjalani pemeriksaan penyidik sekira pukul 14.10 WIB. Dia pun mengklaim tidak kenal dengan Syafruddin yang kini sudah ditetapkan tersangka kasus korupsi penerbitan SKL BLBI ini.

‎”(Saya) engga sempat (ketemu). Saya sudah keluar duluan sebelum dia (Syafruddin) masuk BPPN. Pertanyaannya mengenai latar belakang saja waktu tahun 1998 ke 1999. Ya gitu ya,” tutupnya.

KPK sudah menetapkan satu tersangka terkait kasus megakorupsi penerbitan SKL BLBI yakni mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsjad Temenggung.

Syafruddin diduga telah melakukan kongkalikong serta menerbitkan SKL BLBI untuk pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp3,7 triliun.

‎Atas perbuatannya, Syafruddin Temenggung disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Saat ini,  Eko Santoso Budianto, selaku Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

(okezone)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

PKP HIMALAYA